Sumsel

Anak Demam? Ini 5 Langkah Cepat yang Disarankan Tenaga Medis

Maman Suparman | 17 Desember 2025, 09:55 WIB
Anak Demam? Ini 5 Langkah Cepat yang Disarankan Tenaga Medis

AKURAT.CO SUMSEL Demam pada anak kerap membuat orang tua panik, terlebih jika suhu tubuh naik secara tiba-tiba.

Padahal, demam merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi. Meski demikian, penanganan yang tepat dan cepat tetap diperlukan agar kondisi anak tidak semakin memburuk.

Tenaga kesehatan menyarankan orang tua untuk tetap tenang dan melakukan langkah awal berikut saat anak mengalami demam:

1. Ukur Suhu Tubuh dengan Termometer

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer.

Anak dikatakan demam bila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Pengukuran ini penting untuk menentukan tingkat keparahan dan langkah penanganan selanjutnya.

Baca Juga: 3 Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia, Sumsel Termasuk?

2. Pastikan Anak Tetap Terhidrasi

Saat demam, tubuh anak lebih cepat kehilangan cairan. Orang tua disarankan memberikan air putih, ASI, susu, atau cairan elektrolit secara bertahap agar anak tidak mengalami dehidrasi.

3. Gunakan Pakaian Tipis dan Nyaman

Pakaian yang terlalu tebal justru dapat menghambat pelepasan panas tubuh. Pilih pakaian tipis dan berbahan menyerap keringat agar suhu tubuh anak lebih mudah turun secara alami.

4. Lakukan Kompres Hangat

Kompres hangat di area dahi, ketiak, atau lipatan paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Hindari penggunaan air dingin karena dapat memicu anak menggigil dan memperburuk kondisi.

5. Berikan Obat Penurun Panas Sesuai Anjuran

Jika suhu tubuh cukup tinggi dan anak terlihat tidak nyaman, orang tua dapat memberikan obat penurun panas khusus anak sesuai dosis usia dan berat badan.

Namun, penggunaan obat sebaiknya tidak berlebihan dan tetap mengikuti anjuran tenaga medis.

Dokter mengingatkan, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila demam berlangsung lebih dari tiga hari, disertai kejang, muntah terus-menerus, atau anak tampak lemas dan sulit dibangunkan.

Dengan penanganan yang tepat sejak awal, demam pada anak dapat dikontrol dan risiko komplikasi pun dapat diminimalkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia