Sumsel

Sumsel Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Tunggu Data Cuaca Ekstrem dari BMKG

Maman Suparman | 5 Desember 2025, 18:15 WIB
Sumsel Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Tunggu Data Cuaca Ekstrem dari BMKG

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini belum menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, meskipun puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan bahwa penetapan status Siaga Darurat tingkat provinsi masih menunggu pembaruan informasi cuaca ekstrem yang signifikan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Itu nanti kalau ada laporan cuaca ekstrem dari BMKG baru akan kita buat (tetapkan) di tingkat provinsi," ungkap Herman Deru, Jumat (5/12/2025).

Herman Deru menyebut bahwa saat ini, status yang masih berlaku di tingkat provinsi adalah Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang belum dicabut.

Meskipun demikian, Gubernur mengklaim telah memanggil seluruh kepala daerah di 14 November lalu untuk melaksanakan apel siap siaga di Danau Ranau, OKU Selatan.

Baca Juga: Balita 4 Tahun Terseret Arus Sungai Musi PU Banyuasin, Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Pencarian Kilat

Hal ini bertujuan untuk memonitor kesiapan setiap kabupaten/kota dalam menghadapi ancaman banjir, longsor, dan angin kencang.

Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, mengonfirmasi bahwa sejauh ini sudah ada tiga kabupaten/kota yang mengambil langkah cepat dengan menetapkan status siaga darurat di wilayah masing-masing, yaitu: Prabumulih, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Pagar Alam.

Penetapan status siaga di tingkat daerah ini memungkinkan semua stakeholder untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons penanganan bencana.

"Dengan penetapan status siaga ini, maka personel, peralatan, dan perlengkapan sudah siap. Beberapa bantuan logistik juga sudah kita tempatkan di daerah-daerah prioritas dan rawan bencana," jelas M Iqbal Alisyahbana.

Penempatan logistik dan personel di daerah rawan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan memudahkan distribusi bantuan ketika bencana terjadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia