Belum Ada Kepastian Pembukaan CPNS 2025, Pemerintah Fokus Tuntaskan Rekrutmen CASN 2024

AKURAT.CO SUMSEL Kabar mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 kembali mencuat di berbagai platform media sosial.
Namun hingga akhir Juli 2025, pemerintah belum memberikan pengumuman resmi terkait rencana rekrutmen tersebut.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Oleh karena itu, pembukaan seleksi CPNS tahun ini dipastikan belum dapat dilakukan.
“Tahun ini nampaknya belum bisa dibuka dulu,” ujar Rini, dikutip Senin (28/7/2025).
Rini menjelaskan bahwa proses rekrutmen CPNS 2024 belum sepenuhnya tuntas di sejumlah instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. '
Pemerintah masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan tahapan administratif, validasi data, hingga proses pengangkatan peserta yang telah dinyatakan lulus.
“Itu kan butuh waktu. Itu kan ribuan atau jutaan. Jadi sampai saat ini kami masih fokus menyelesaikan CASN 2024,” jelasnya.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Motor Matic Murah 2025, Irit dan Cocok untuk Aktivitas Harian
Seiring belum adanya kepastian pembukaan CPNS tahun ini, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang tidak bersumber dari kanal resmi.
Pemerintah menegaskan bahwa pengumuman resmi terkait rekrutmen CPNS hanya akan disampaikan melalui situs resmi Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan SSCASN.
Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sistem seleksi nasional CPNS yang lebih efisien.
Salah satu rencana yang tengah digodok adalah penerapan masa berlaku hasil tes selama dua tahun, serta skema tes ulang hanya pada subtes yang belum memenuhi ambang batas.
“Kami sedang mendesain sistem tes CPNS itu tidak barengan seperti sekarang. Tahun 2024–2025 ini kita mengetes 6,6 juta orang, yang diterima hanya 1 juta. Biayanya sampai Rp1,1 triliun. Jadi mahal sekali ongkosnya,” ujar Zudan, dikutip dari keterangan resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



