Sumsel

Pemprov Sumsel Optimalkan Lahan Rawa 98.400 Hektar pada Semester I 2024

Haris Ma'ani | 26 Mei 2024, 15:30 WIB
Pemprov Sumsel Optimalkan Lahan Rawa 98.400 Hektar pada Semester I 2024

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel berkomitmen untuk mengoptimalkan lahan rawa seluas 98.400 hektar pada semester pertama tahun 2024.

Langkah ini merupakan bagian dari target pemerintah pusat untuk mengoptimalisasi total 400.000 hektar lahan rawa di seluruh Indonesia.

Optimalisasi lahan rawa di Sumsel akan difokuskan di lima kabupaten, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Muara Enim, dan Banyuasin.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumsel, R. Bambang Pramono mengungkapkan bahwa pada semester kedua tahun 2024, pihaknya menargetkan untuk mengoptimalisasi tambahan 101.600 hektar lahan rawa.

Dengan demikian, total lahan rawa yang akan dioptimalkan di Sumsel mencapai 200.000 hektar sepanjang tahun ini.

"Optimalisasi lahan rawa ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan lahan dengan fokus pada kegiatan penyiapan lahan dan pembangunan serta rehabilitasi konstruksi untuk pengaturan air,"

Langkah ini penting untuk mendukung kegiatan penanaman, sehingga intensitas dan produktivitas pertanaman, khususnya padi, di Sumsel dapat meningkat," jelas Bambang.

Pada tahun 2023, produksi padi di Sumsel mencapai 2.832.774 ton Gabah Kering Giling (GKG). Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan peningkatan produksi menjadi 3.103.481 ton GKG pada tahun 2024.

Target ini sejalan dengan tren peningkatan produksi dan produktivitas padi di Sumsel selama tiga tahun terakhir.

Sebagai bagian dari program nasional untuk meningkatkan produksi pangan, Pemerintah Pusat berencana untuk mencetak sawah baru seluas 300.000 hektar di Sumsel pada tahun 2025. Dengan program ini, produksi padi diharapkan bisa mencapai 1 juta ton GKG.

Meski demikian, Bambang mengakui bahwa optimalisasi lahan rawa dan kegiatan olah tanah tahun ini belum optimal.

"Kondisi alam dan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan hampir seluruh lahan rawa lebak masih tergenang banjir. Untuk itu, Sumsel mendapatkan kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) padi melalui kegiatan pompanisasi irigasi perpompaan," ujarnya.

Rencana ini meliputi realisasi 3.255 unit pompanisasi di 17 kabupaten/kota dan 68 unit irigasi perpompaan, yang diharapkan berdampak positif pada produksi padi di Sumsel.

Selain upaya dari pemerintah daerah, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Naudi Nurdika, beserta jajarannya, turut serta dalam percepatan olah tanah pasca panen.

"Percepatan olah tanah ini bertujuan untuk mempercepat penanaman padi kembali. Jika dilakukan secara optimal oleh para petani, hal ini akan berdampak signifikan pada peningkatan produksi padi di Sumsel," tegas Mayjen Naudi. *

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto