Pantas Banyak yang Kaya, Yuk Belajar Kaya Dari Orang Tionghoa

AKURAT.CO SUMSEL Sudah tak heran bahwa stereotip orang Tionghoa pandai dalam berbisnis. Di Indonesia pun mereka memiliki banyak bisnis dan menjadikan mereka orang terkaya.
Tak main-main mereka masuk dalam 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Mengutip dari The Dragon Network (2013) karya A.B Susanto. Akumulasi kekayaan didefinisikan sebagai standar kejayaan seseorang atau keluarga di Tionghoa.
Segala keistimewaan dan status berasal dari kekayaan. Akibatnya, orang Tionghoa bekerja lembur seperti kuda untuk mendapatkan uang. Mereka yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.
Untuk mencapai itu semua, sebagian besar orang Tionghoa terpengaruh oleh ajaran Konfusianisme, baik secara sadar atau tidak. Konfusianisme adalah ajaran yang menyebar di Asia Timur, khususnya China, dan didirikan oleh filsuf China bernama Kongzi.
Ren (kemanusiaan), Yi (kebenaran atau keadilan), Lie (kesopanan atau tata krama), Zhi (pengetahuan), dan Xin (integritas) adalah lima etika yang ditemukan dalam ajaran tersebut.
Sikap kebajikan seperti keberanian, adaptabilitas, kepercayaan diri, kedisiplinan, motivasi kuat, kejujuran, kreativitas, dan visioner akan muncul jika diterapkan secara menyeluruh.
Selain itu, menurut Konfusianisme, seseorang harus melakukan peran dan fungsinya di masyarakat tanpa mengganggu peran dan fungsi orang lain.
Dengan kata lain, fokus pada usaha Anda sendiri. Artinya, pedagang tidak bisa menjadi raja karena mereka adalah pedagang. Menjalin relasi tidak berarti tidak boleh.
Menurut A.B Susanto, memperkuat keluarga adalah langkah berikutnya setelah mengadopsi ajaran Konfusianistik dan membangun hubungan.
Berhasil mengharumkan nama keluarga adalah kejayaan luar biasa dalam pandangan tradisional China. Jadi, agar anak-anak mereka dapat menjaga atau membesarkan kemakmuran keluarga, setiap orang tua pasti akan mengajarkan mereka nilai kebajikan.
Keluarga harus dilindungi karena bisnis orang Tionghoa sebenarnya adalah bisnis keluarga. Orang tua yang sukses memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya.
Tak mengherankan bahwa keluarga inti dari generasi ke generasi masih memegang perusahaan besar di Indonesia. Tujuan lain dari mendirikan bisnis keluarga adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 2Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik Besok Jumat 18 September 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
- 4BMKG Prediksi 16 Daerah Sumsel Dilanda Hujan Besok, Sebagian Sejak Pagi Sampai Malam
- 510 Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Sore Ini, Sebagian Disertai Petir
- 6Cek Bansos Kemensos, Bantuan Beras 30 Kg September 2026 Siap Disalurkan
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 8Bansos BPNT Masuk Penyaluran Tahap 3 September 2026, Cek Status Pencairannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








