Sumsel

Bjorka Kembali Berulah, Kali ini Diduga Termasuk Bobol Data Pajak Jokowi Hingga Kaesang

Haris Ma'ani | 19 September 2024, 15:48 WIB
Bjorka Kembali Berulah, Kali ini Diduga Termasuk Bobol Data Pajak Jokowi Hingga Kaesang

AKURAT.CO SUMSEL Peretas terkenal Bjorka kembali membuat geger Indonesia setelah diduga membocorkan jutaan data dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Berdasarkan laporan yang beredar, Bjorka menjual sekitar 6,6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di forum gelap Breach Forums.

Dalam kebocoran tersebut, terdapat sampel data dari 25 pejabat publik, termasuk Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Kaesang Pangarep.

Menurut pendir Ethical Hackers Indonesia, Teguh Aprianto, dalam postingan akun X miliknya (@secgron), data-data tersebut dijual dengan harga fantastis sekitar 150 juta rupiah atau US$10 ribu.

Baca Juga: Sri Mulyani Respon Dugaan Kebocoran 6 Juta Data NPWP, Termasuk Milik Jokowi

"Sebanyak enam juta data NPWP bocor juga diperjualbelikan. Data yang dibocorkan termasuk NIK, NPWP, alamat, nomor telepon, email, dan informasi penting lainnya," tulis Teguh dalam unggahannya, Rabu (18/9/2024).

Teguh juga menyertakan tangkapan layar dari Breach Forums yang menunjukkan bahwa unggahan tersebut dibuat oleh Bjorka pada September 2024.

Teguh Aprianto mengungkapkan bahwa sampel data yang bocor tersebut berisi berbagai informasi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tanggal dan tempat lahir, alamat lengkap, nomor telepon, alamat email, alamat fax, status sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), pengesahan PKP, jenis wajib pajak (WP), serta data badan dan badan hukum.

"Kebocoran ini mengungkapkan data-data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, email, hingga status Pengusaha Kena Pajak (PKP)," tulisnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto