Sumsel

4 Bahaya Kesehatan Mengintai Akibat Kelamaan Duduk di Saat Kerja, Pinggang Sering Sakit Jadi Alarm Utama

Maman Suparman | 16 Desember 2025, 12:12 WIB
4 Bahaya Kesehatan Mengintai Akibat Kelamaan Duduk di Saat Kerja, Pinggang Sering Sakit Jadi Alarm Utama

AKURAT.CO SUMSEL Gaya hidup sedentary atau kebiasaan duduk terlalu lama, yang kini umum dialami pekerja kantoran, bukan hanya berdampak pada kenaikan berat badan.

Para ahli kesehatan memperingatkan, kelamaan duduk saat bekerja bisa memicu serangkaian masalah kesehatan serius, dengan sakit pinggangmenjadi keluhan paling umum yang menjadi sinyal bahaya.

Berikut adalah empat dampak kesehatan utama yang mengintai pekerja akibat durasi duduk yang berlebihan:

1. Memicu Sakit Pinggang Kronis (Nyeri Punggung Bawah)

Duduk dalam posisi statis yang berkepanjangan memberikan tekanan besar pada cakram tulang belakang (discus), terutama di area punggung bagian bawah.

Penyebab Utama: Posisi duduk yang buruk atau kursi yang tidak ergonomis dapat menyebabkan ligamen dan otot di sekitar tulang belakang menjadi tegang atau lemah.

 

Dampak: Tekanan yang terus-menerus ini dapat mempercepat degenerasi cakram, menyebabkan kekakuan, dan akhirnya menimbulkan nyeri punggung bawah kronis.

2. Menurunkan Metabolisme dan Risiko Penyakit Jantung

Ketika seseorang duduk, otot-otot besar, terutama di kaki, hampir tidak aktif. Hal ini berdampak langsung pada proses metabolisme tubuh.

 

Metabolisme Lemak: Otot yang tidak bergerak mengurangi produksi enzim yang bertanggung jawab untuk membakar lemak. Akibatnya, lemak lebih mudah tersimpan di tubuh.

 

Risiko Kardiovaskular: Penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam per hari meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

3. Postur Tubuh Memburuk (Kyphosis dan Ketegangan Leher)

Duduk seringkali disertai dengan posisi membungkuk, terutama saat melihat monitor komputer.

 

Punggung Atas: Postur membungkuk secara terus-menerus dapat menyebabkan kyphosis (punggung bungkuk).

 

Leher dan Bahu: Kepala yang condong ke depan (forward head posture) menambah beban pada tulang belakang leher, menyebabkan ketegangan kronis di bahu, leher, dan sakit kepala tegang.

4. Melemahnya Otot Inti (Core Muscles) dan Fleksor Panggul

Otot inti perut dan punggung bawah berfungsi menstabilkan tubuh saat berdiri dan bergerak. Saat duduk, otot-otot ini "beristirahat" dan cenderung melemah seiring waktu.

 

Otot Inti: Kelemahan pada otot inti membuat tugas sederhana seperti mengangkat barang menjadi lebih berisiko dan dapat memperparah sakit pinggang.

 

Fleksor Panggul: Fleksor panggul menjadi tegang dan memendek (kontraktur), yang dapat mengganggu mobilitas panggul dan menyebabkan ketidaknyamanan saat berdiri tegak.

Para profesional kesehatan menyarankan para pekerja untuk menganggap sakit pinggang sebagai alarm darurat. Solusi terbaik untuk mengurangi risiko ini adalah memecah waktu duduk.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia