Kerugian Akibat Penipuan Digital di Indonesia Tembus Rp9,1 Triliun

AKURAT.CO SUMSEL Indonesia tengah menghadapi darurat penipuan digital atau scam. Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat total kerugian masyarakat akibat kejahatan siber ini mencapai angka fantastis, yakni Rp9,1 triliun, dalam periode November 2024 hingga Januari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa frekuensi laporan penipuan di tanah air sangat tinggi, mencapai rata-rata 1.000 pengaduan per hari.
"Angka pengaduan kita 3 hingga 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain," kata Friderica dalam acara penyerahan dana pemulihan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
OJK menyoroti tantangan utama dalam menyelamatkan dana korban adalah faktor waktu. Berdasarkan data, sekitar 80% korban baru melapor setelah 12 jam kejadian.
Padahal, pelaku hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk memindahkan dana ke berbagai instrumen.
Baca Juga: 5 Cara Menyimpan Sayur di Kulkas agar Tidak Cepat Layu dan Tetap Segar
"Pelarian dana kini semakin kompleks. Pelaku tidak hanya menggunakan rekening bank, tapi juga masuk ke virtual account, dompet digital (e-wallet), aset kripto, emas, hingga platform belanja daring," jelas Friderica.
Penipuan belanja daring menjadi modus yang paling mendominasi dengan total 73.743 laporan, diikuti oleh aksi telepon palsu (impersonation) sebanyak 44.446 laporan.
Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan kasus investasi bodong dan lowongan kerja (loker) palsu yang masing-masing mencatatkan lebih dari 23 ribu pengaduan.
Secara geografis, Jawa Barat menjadi wilayah dengan tingkat kerugian dan laporan tertinggi (88.943 laporan), disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Meski tantangan berat, kerja sama lintas lembaga melalui IASC mulai membuahkan hasil. Hingga saat ini, sebanyak 397.028 rekening yang terindikasi terkait aksi scam telah diblokir.
Dari total dana yang diamankan sebesar Rp436,88 miliar, IASC telah berhasil mengembalikan Rp161 miliar kepada 1.070 korban sebagai langkah awal pemulihan.
OJK mengimbau masyarakat untuk segera melapor sesaat setelah kejadian dan terus meningkatkan literasi digital agar tidak terjebak modus penipuan yang kian beragam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tanda Bansos Cair Lengkap dengan Panduan Pengambilan Bantuan Via Bank dan PT Pos Indonesia
- 2Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 4Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 515 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 6Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 7Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 8Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









