Sumsel

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Sebagian Wilayah di Indonesia Mundur Sampai Desember

Septiyanti Dwi Cahyani | 16 Oktober 2026, 08:00 WIB
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Sebagian Wilayah di Indonesia Mundur Sampai Desember
Ilustrasi - Hujan lebat disertai angin kencang.

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dari biasanya.

Kondisi ini berpotensi membuat musim kemarau di sejumlah daerah berlangsung lebih panjang.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan awal musim hujan akan terjadi secara bertahap.

Baca Juga: Daftar Lengkap 9 Pejabat yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Terbaru

Sebagian besar wilayah baru mulai masuk musim hujan pada November (24,66% ZOM) dan Desember 2026 (17,31% ZOM).

Meskipun awalnya mundur, sebagian besar wilayah tetap akan mengalami puncaknya pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Musim hujan kali ini juga diperkirakan lebih singkat atau lebih pendek dari biasanya di 482 ZOM (51,90% wilayah daratan).

Baca Juga: Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026

Puncak Musim Hujan Berbeda-beda

BMKG juga memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 tidak terjadi secara bersamaan.

Puncaknya diperkirakan berlangsung mulai akhir 2026 hingga awal 2027.

Baca Juga: Impor Sumsel Naik 8,07 Persen, Finlandia dan Jerman Catat Lonjakan Tertinggi

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, yakni di 155 zona musim atau 36,94 persen dari luas daratan Indonesia.

Selanjutnya, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2027 di 162 zona musim atau 25,68 persen dari luas daratan Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 190 zona musim atau 16,79 persen dari luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027.

Baca Juga: Harga Acuan Karet Sumsel Turun Jadi Rp46.054 per Kg, Petani Perlu Perhatikan Mutu Bokar

Perbedaan waktu datangnya musim hujan dan puncaknya membuat setiap daerah perlu menyesuaikan persiapan dengan karakteristik musim masing-masing. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.