Sumsel

Harga Acuan Karet Sumsel Turun Jadi Rp46.054 per Kg, Petani Perlu Perhatikan Mutu Bokar

Kurnia | 15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Harga Acuan Karet Sumsel Turun Jadi Rp46.054 per Kg, Petani Perlu Perhatikan Mutu Bokar
Petani karet

AKURAT.CO SUMSEL Harga acuan karet di Sumatera Selatan kembali mengalami penurunan pada Kamis (15/10/2026).

Harga indikatif karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat Rp46.054 per kilogram, turun Rp241 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya sebesar Rp46.295 per kilogram.

Angka ini menjadi acuan perhitungan harga berdasarkan pergerakan pasar, bukan jaminan harga bersih yang diterima petani.

Penurunan harga terjadi seiring melemahnya harga karet di pasar berjangka SGX–SICOM. Pada periode tersebut, harga bergerak dari 259,5 menjadi 258,6 sen dolar AS per kilogram.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga berubah dari Rp17.840 menjadi Rp17.809 per dolar AS. Pergerakan kurs turut memengaruhi konversi harga karet ke dalam rupiah.

Meski mengalami koreksi, besaran penurunan kali ini relatif terbatas. Namun, petani tetap perlu memantau perkembangan pasar karena harga karet dapat berubah mengikuti permintaan industri dan kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Curi 49 Kaleng Susu Karyawan Indomaret Ditangkap Polisi

Besaran harga yang diterima petani bergantung pada kualitas bahan olah karet (bokar), terutama kadar karet kering yang terkandung di dalamnya.

Berdasarkan acuan harga Kamis (15/10/2026), berikut perkiraan harga karet berdasarkan KKK di pintu pabrik:

Harga acuan karet Sumatera Selatan pada Kamis, 15 Oktober 2026, berbeda berdasarkan kadar karet kering (KKK).

\Untuk KKK 70 persen, harga diperkirakan mencapai Rp32.238 per kilogram, sedangkan KKK 60 persen sebesar Rp27.632 per kilogram.

Pada KKK 50 persen, harga acuan tercatat Rp23.027 per kilogram, KKK 40 persen sebesar Rp18.422 per kilogram, dan KKK 30 persen sebesar Rp13.816 per kilogram.

Data tersebut memperlihatkan bahwa semakin rendah kadar karet kering, semakin rendah pula perkiraan harga per kilogramnya.

Harga di tingkat petani juga dapat berbeda dari angka acuan karena dipengaruhi biaya produksi, ongkos transportasi, mutu bokar, serta potongan dalam transaksi penjualan.

Di tengah pergerakan harga, menjaga kualitas bokar menjadi salah satu langkah penting agar petani dapat memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Petani karet di Sumatera Selatan diimbau mempertahankan kadar karet kering, menggunakan bahan pembeku sesuai anjuran, serta menghindari campuran kotoran, tatal, dan kayu yang dapat menurunkan mutu karet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia