Akibat Banjir, Tiga Hari Listrik Padam dan 90 Persen Sawah Gagal Panen di Muratara

AKURAT.CO SUMSEL Warga Desa Remban Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Kecamatan Rawas Ulu terisolir, akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut.
Ketua Masjid Nurul Iman Desa Remban, Tanil Nurdin mengatakan sejak banjir bandang yang melanda warga desa Remban sudah tiga hari listrik padam karena ada gardu yang terendam.
"PLN yang memadamkan listrik karena di daerah Rupit dan Rawas Ilir sudah ada gardu yang terendam," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/1/2024).
Baca Juga: Puluhan Ribu Rumah di Muratara Terendam Banjir, Jembatan Gantung pun Putus
Bukan hanya itu saja, banjir yang melanda ini juga membuat lahan sawah milik warga gagal panen. Padahal lahan sawah tersebut sudah siap panen.
"90 persen lahan sawah gagal panen, padahal lahan sawah masyrakat sudah siap panen," katanya.
Lanjutnya lagi, ada 5 kampung di Desa Remban yang terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Dan sekitar 800 rumah di Desa Remban terendam banjir.
"Di Kampung 5 itu banjirnya setinggi 1,5 meter dan untuk kampung 1,2,4 dan 3 50 cm, 80 persen Desa Remban terkena banjir" jelasnya.
Bukan hanya itu saja, bahkan sekolah-sekolah yang ada di Desa Remban juga terendam banjir. Yang terdiri dari 3 Sekolah Dasar (SD), 1 Taman Kanak-Kanak (TK) dan 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
"Untuk sekolah ada 5 yang terendam banjir," singkat Tanil.
Saat ini, warga Desa Remban membangun posko bagi warga Desa Remban. Posko tersebut memberikan makan siang dan makan malam bagi masyarakat setempat.
Hal tersebut dilakukan karena belum adanya bantuan dari pemerintah untuk warga Desa Remban.
"Kita buka posko untuk warga dan ini dana kolektif, sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









