Sumsel

Nelayan Banyuasin Ditembak Saat Melaut, Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Maman Suparman | 14 Juli 2025, 15:05 WIB
Nelayan Banyuasin Ditembak Saat Melaut, Polisi Belum Terima Laporan Resmi

AKURAT.CO SUMSEL Yogi Pratama (26), nelayan asal Desa Sungsang I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Ia menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat melaut di perairan Tanjung Birik, Sabtu (12/7/2025) siang.

Meski pihak keluarga menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, namun hingga Senin (14/7/2025), pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel menyampaikan bahwa laporan tersebut belum diterima secara resmi.

Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Kabid Humas Polda Sumsel, menyebut bahwa belum adanya laporan yang masuk ke Polda Sumsel terkait kasus tersebut.

"Sampai saat ini belum ada laporannya di Polda Sumsel terkait kejadian tersebut." katanya, Senin (14/7/2025).

Baca Juga: WNI Jadi Korban Pencopetan di Paris Saat Hendak Menolong, Dompet Berisi 420 Euro Dikembalikan Setelah Dikejar

Meski pihak keluarga korban menyatakan bahwa insiden penembakan terjadi di wilayah perairan Sumsel, pihak kepolisian menegaskan tidak melakukan penyelidikan karena tidak menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Polisi menduga lokasi kejadian sebenarnya berada di wilayah perairan Provinsi Jambi.

"Yang pasti, di Polda Sumsel tidak ada laporan terkait peristiwa penembakan nelayan di perairan Sumsel," ujarnya.

Keluarga Yogi, yang mengalami luka tembak di leher saat melaut pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

Sementara, bibi korban, Ita Rosita, menyebut bahwa Ayah Yogi telah membuat laporan di SPKT Polda Sumsel.

"Kami berharap kasus ini segera ditindaklanjuti karena ini adalah kasus kriminal."

Menurut keterangan Rosita, Yogi ditembak oleh orang tak dikenal dari atas perahu karet setelah sebuah kapal besar memutar arah dan mengejar kapal nelayan.

Korban mengalami masa kritis dan terombang-ambing di laut selama hampir delapan jam sebelum akhirnya dievakuasi ke daratan dan dibawa ke klinik di Sungsang. Setelah dirujuk ke Palembang, Yogi mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.

"Alhamdulillah, setelah operasi pengangkatan peluru, kondisi Yogi sudah mulai membaik dan mulai sadar. Tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB kami sampai di RS Ar-Rasyid setelah melalui proses panjang dari laut ke darat," ungkap Rosita dengan penuh harapan.

Keluarga Yogi kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku penembakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa para nelayan Sungsang hanya ingin mencari nafkah dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.

"Kalau laut saja tidak lagi aman, bagaimana nasib para nelayan kami? Kami mohon keadilan ditegakkan," ujar Ita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia