Sumsel

Hati-Hati! Ini 5 Bahan Pakaian yang Bisa Membahayakan Kesehatan Kulit

Deni Hermawan | 25 September 2024, 12:00 WIB
Hati-Hati! Ini 5 Bahan Pakaian yang Bisa Membahayakan Kesehatan Kulit

AKURAT.CO SUMSEL Saat memilih pakaian, biasanya kita lebih memikirkan soal gaya, kenyamanan, dan harga.

Namun, jarang yang menyadari bahwa bahan pakaian juga memainkan peran penting dalam kesehatan kulit kita.

Beberapa bahan pakaian ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan, menyebabkan iritasi, alergi, bahkan masalah yang lebih serius.

Berikut lima bahan pakaian yang perlu diwaspadai karena bisa membahayakan kulit, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Polyester

Polyester merupakan bahan sintetis yang banyak digunakan dalam industri fashion. Bahan ini terbuat dari polimer sintetis berbasis minyak bumi, yang membuatnya kurang ramah lingkungan dan kurang baik untuk kesehatan kulit.

Polyester tidak memungkinkan kulit untuk bernapas dengan baik, sehingga panas dan kelembaban terperangkap di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, keringat berlebih, dan iritasi kulit.

2. Rayon

Rayon, meskipun berasal dari bahan alami seperti selulosa, diproses secara kimiawi dari pulp kayu. Produksi rayon menghasilkan banyak polusi, yang bukan hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bagi tubuh.

Kain ini dapat melepaskan zat-zat kimia beracun yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti mual, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan tidur.

3. Nilon

Nilon dikenal sebagai bahan yang tahan lama dan sering dipakai untuk produk seperti kaus kaki, pakaian dalam, dan stoking. Namun, nilon bukanlah pilihan terbaik jika dikenakan langsung pada kulit karena tidak menyerap keringat.

Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap dan berisiko memicu infeksi kulit. Selain itu, dalam proses produksinya, nilon sering diwarnai dengan bahan kimia yang bisa memicu iritasi.

4. Spandex

Spandex merupakan bahan yang sering digunakan untuk pakaian ketat, seperti legging dan sport bra.

Meski elastis, bahan ini terbuat dari poliuretan, yang dikenal berbahaya bagi kesehatan dan bisa memicu dermatitis atau iritasi kulit lainnya jika digunakan dalam jangka waktu lama.

5. Akrilik

Akrilik sering digunakan sebagai pengganti wol karena sifatnya yang ringan dan hangat. Namun, bahan ini terbuat dari polimer sintetis yang bisa melepaskan bahan kimia berbahaya seperti akrilonitril, yang juga dikenal sebagai zat karsinogenik.

Untuk menjaga kesehatan kulit, penting bagi kita untuk lebih cermat dalam memilih bahan pakaian.

Bahan alami seperti katun dan linen bisa menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Jangan hanya fokus pada gaya, tetapi juga pikirkan dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan planet kita. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto