Sumsel

Didikan Orang Tua Zaman Dulu yang Ternyata Bikin Milenial Tersiksa, Kok Bisa?

Maman Suparman | 24 Mei 2025, 13:00 WIB
Didikan Orang Tua Zaman Dulu yang Ternyata Bikin Milenial Tersiksa, Kok Bisa?

AKURAT.CO SUMSEL Banyak orang tua zaman dulu dikenal menerapkan pola asuh keras dan penuh disiplin.

Tujuannya tentu baik, agar anak tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Namun, sebagian besar generasi milenial justru merasa "tersiksa" dengan pola didikan tersebut. Kenapa bisa begitu, yaa?

Berikut beberapa pola asuh orang tua tempo dulu yang ternyata berdampak psikologis bagi generasi milenial:

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Sumsel Diguyur Hujan Ringan dari Siang Sampai Malam

1. Dilarang Menangis, Dianggap Lemah

Kalimat seperti "Jangan nangis, kamu kan anak kuat!" atau "Laki-laki gak boleh cengeng!" sering terdengar di telinga anak-anak era 90-an.

Padahal, menahan emosi justru membuat banyak milenial sulit mengekspresikan perasaan mereka saat dewasa.

2. Perbandingan Tak Pernah Berhenti

Baca Juga: Siswi SMP di Palembang Dicakar Teman Sendiri saat Tagih Utang Rp180 Ribu, Lapor Polisi

"Lihat tuh anak tetangga, ranking satu terus!" adalah kalimat yang kerap muncul dalam obrolan keluarga.

Kebiasaan membandingkan ini membuat banyak milenial tumbuh dengan rasa rendah diri dan kecemasan sosial.

3. Pola Komunikasi Satu Arah

Orang tua zaman dulu cenderung mengedepankan pola komunikasi yang kaku dan penuh perintah. Pendapat anak jarang didengar, bahkan cenderung diabaikan.

Akibatnya, banyak milenial merasa kesulitan mengungkapkan diri atau mengutarakan ide.

4. Kekerasan Fisik Dianggap Hal Biasa

Tamparan, cubitan, atau sabetan rotan dulu dianggap "cara mendidik yang wajar".

Padahal, kekerasan fisik bisa meninggalkan trauma dan rasa takut mendalam yang terbawa hingga dewasa.

5. Fokus Pada Nilai, Bukan Proses

Baca Juga: Meizu Comeback Global, Rilis Tiga Smartphone dan Dua Wearable Pintar Sekaligus

Didikan zaman dulu sangat menekankan hasil akhir, seperti nilai bagus atau prestasi akademik.

Sayangnya, tekanan ini membuat banyak milenial merasa cemas, takut gagal, dan sulit menikmati proses belajar.

Meski begitu, tak semua pola asuh orang tua zaman dulu negatif. Banyak pula yang membentuk karakter tangguh dan mandiri.

Namun, penting bagi generasi kini untuk menyadari dampak psikologisnya dan mulai menerapkan pola didik yang lebih empatik dan terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia