Didikan Orang Tua Zaman Dulu yang Ternyata Bikin Milenial Tersiksa, Kok Bisa?

AKURAT.CO SUMSEL Banyak orang tua zaman dulu dikenal menerapkan pola asuh keras dan penuh disiplin.
Tujuannya tentu baik, agar anak tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.
Namun, sebagian besar generasi milenial justru merasa "tersiksa" dengan pola didikan tersebut. Kenapa bisa begitu, yaa?
Berikut beberapa pola asuh orang tua tempo dulu yang ternyata berdampak psikologis bagi generasi milenial:
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Sumsel Diguyur Hujan Ringan dari Siang Sampai Malam
1. Dilarang Menangis, Dianggap Lemah
Kalimat seperti "Jangan nangis, kamu kan anak kuat!" atau "Laki-laki gak boleh cengeng!" sering terdengar di telinga anak-anak era 90-an.
Padahal, menahan emosi justru membuat banyak milenial sulit mengekspresikan perasaan mereka saat dewasa.
2. Perbandingan Tak Pernah Berhenti
Baca Juga: Siswi SMP di Palembang Dicakar Teman Sendiri saat Tagih Utang Rp180 Ribu, Lapor Polisi
"Lihat tuh anak tetangga, ranking satu terus!" adalah kalimat yang kerap muncul dalam obrolan keluarga.
Kebiasaan membandingkan ini membuat banyak milenial tumbuh dengan rasa rendah diri dan kecemasan sosial.
3. Pola Komunikasi Satu Arah
Orang tua zaman dulu cenderung mengedepankan pola komunikasi yang kaku dan penuh perintah. Pendapat anak jarang didengar, bahkan cenderung diabaikan.
Akibatnya, banyak milenial merasa kesulitan mengungkapkan diri atau mengutarakan ide.
4. Kekerasan Fisik Dianggap Hal Biasa
Tamparan, cubitan, atau sabetan rotan dulu dianggap "cara mendidik yang wajar".
Padahal, kekerasan fisik bisa meninggalkan trauma dan rasa takut mendalam yang terbawa hingga dewasa.
5. Fokus Pada Nilai, Bukan Proses
Baca Juga: Meizu Comeback Global, Rilis Tiga Smartphone dan Dua Wearable Pintar Sekaligus
Didikan zaman dulu sangat menekankan hasil akhir, seperti nilai bagus atau prestasi akademik.
Sayangnya, tekanan ini membuat banyak milenial merasa cemas, takut gagal, dan sulit menikmati proses belajar.
Meski begitu, tak semua pola asuh orang tua zaman dulu negatif. Banyak pula yang membentuk karakter tangguh dan mandiri.
Namun, penting bagi generasi kini untuk menyadari dampak psikologisnya dan mulai menerapkan pola didik yang lebih empatik dan terbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




