Sumsel

Waspada Batuk Berdarah, Kenali Penyebab Hemoptisis Sebelum Terlambat

Maman Suparman | 16 April 2025, 10:00 WIB
Waspada Batuk Berdarah, Kenali Penyebab Hemoptisis Sebelum Terlambat

AKURAT.CO SUMSEL Batuk berdarah atau dalam istilah medis dikenal sebagai hemoptisis, seringkali mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran bagi penderitanya.

Hemoptisis terjadi saat darah keluar dari saluran pernapasan, khususnya paru-paru atau bronkus, akibat pendarahan internal.

Dalam dunia medis, hemoptisis diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu hemoptisis non-masif dan masif, tergantung dari volume darah yang dikeluarkan.

Pada kasus masif, kondisi ini bahkan bisa mengancam nyawa karena dapat mengganggu jalur napas.

Berikut beberapa penyebab utama hemoptisis yang perlu diketahui:

1. TBC Paru (Tuberkulosis)

Merupakan salah satu penyebab paling umum batuk berdarah di Indonesia. Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini merusak jaringan paru dan memicu perdarahan.

2. Bronkiektasis

Kondisi ini terjadi saat saluran udara di paru-paru mengalami pelebaran abnormal dan kronis, menyebabkan penumpukan lendir serta peradangan yang bisa memicu perdarahan.

3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Bronkitis atau pneumonia bisa menyebabkan iritasi dan peradangan saluran napas, sehingga muncul darah saat batuk, meskipun biasanya dalam jumlah sedikit.

4. Kanker Paru

Hemoptisis juga dapat menjadi salah satu gejala awal kanker paru, terutama bila disertai dengan penurunan berat badan, nyeri dada, atau batuk kronis.

5. Emboli Paru

Penyumbatan pembuluh darah di paru-paru akibat gumpalan darah bisa merusak jaringan dan menyebabkan pendarahan internal.

6. Trauma atau Cedera Dada

Benturan keras di bagian dada bisa merobek pembuluh darah kecil di paru-paru, sehingga darah keluar bersama lendir saat batuk.

Penanganan hemoptisis akan disesuaikan dengan penyebab utamanya, mulai dari pemberian antibiotik, pengobatan TBC, hingga tindakan medis seperti bronkoskopi atau operasi pada kasus berat.

Batuk berdarah bukan sekadar gejala biasa. Kenali, waspadai, dan jangan tunda periksa ke dokter untuk cegah komplikasi serius.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia