Sumsel

Mengenal Sejarah Dan Variasi Pempek Makanan Khas Kota Palembang

Editor Jateng | 7 Oktober 2023, 13:19 WIB
Mengenal Sejarah Dan Variasi Pempek Makanan Khas Kota Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Pempek merupakan salah satu makanan khas dari Kota Palembang. Makanan yang berasal dari olahan tepung dan ikan ini biasanya dinikmati dengan kuah atau saus berwarna cokelat yang disebut cuka atau cuko. 

Sebelum dikenal dengan Pempek, dulunya makanan khas Palembang ini bernama Kelesan.

Pemberian nama tersebut, berdasarkan cara pembuatannya dengan metode keles agar tahan disimpan dalam waktu lama.

Sedikit cerita, pada masa Kesultanan Sultan Mahmud Badaruddin ll abad ke-16, pempek/kelesan dulunya merupakan hidangan resmi untuk acara adat yang diadakan di Rumah Limas kota Palembang. 

Baca Juga: Simple, Resep Pindang Ikan Khas Palembang yang Patut Dicoba Untuk Keluarga Dirumah

Pada dasarnya, kelesan ini dibuat oleh orang Palembang sebelum dititipkan ke pedagang Tiongkok untuk dijajakan. Apek ialah sebutan untuk orang Tiongkok yang menjual kelesan, dan biasa dipanggil pek atau empek oleh pembeli pada saat itu, sehingga membuat Kelesan lebih populer dengan sebutan Pempek.

Nah buat yang belum tahu, pempek juga memiliki beberapa jenis yang membuat hidangan ini jadi lebih menarik dan terbilang variatif. Berikut jenis-jenis pempek:

Pempek Lenjer

Pempek yang berbahan dasar tepung dan ikan giling ini biasanya memiliki bentuk yang mirip seperti bantal guling atau bulat memanjang. 

Pempek Adaan

Pempek dengan bentuk bulat utuh ini pada dasarnya terbuat dari bahan yang sama dengan pempek lenjer. Hanya saja, pempek adaan memiliki aroma bawang yang dominan ketimbang pempek lainnya.

Pempek Kapal Selam

Pempek telok besak atau kapal selam ini merupakan pempek yang dikenal paling populer dikalangan masyarakat baik didalam atau diluar provinsi sumsel. Sesuai namanya, pempek ini mempunyai ukuran yang lebih besar dan memiliki isian telur. Hal ini menjadikan pempek ini memiliki harga jual yang lebih tinggi per porsinya.

Pempek Keriting

Pempek 1 ini memiliki bentuk yang unik dan berebeda jauh dari pempek lainnya.Pempek yang mirip dengan kerupuk ini hanya bisa dinikmati dengan cara direbus saja.Cara membuatnya pun cukup unik, karena menggunakan alat yang disebut pirikan atau bisa juga menggunakan penggiling daging.

Baca Juga: Tiga Kecamatan di Palembang Diprediksi Tidak Akan Turun Hujan Selama 20 Hari

Pempek Kulit

Pempek yang berbentuk lingkaran atau pipih ini merupakan pempek yang berbahan dasar kulit ikan, biasanya memakai kulit ikan tenggiri dan ikan sarden. Dengan warna yang cenderung gelap menjadikan daya tarik tersendiri dari pempek ini.

Pempek Pistel

Berbentuk menyerupai pempek kapal selam namun terdapat bentuk seperti kepang disebagian sisinya.Pempek pistel ini mempunyai isi tumisan berbahan dasar buah pepaya muda didalamnya.

Pempek Lenggang

Berbeda dengan pempek lainnya, pempek lenggang ini memiliki 2 versi dalam pembentukannya. Yakni berbentuk bulat seperti telur dadar atau berbentuk balok yang dibungkus daun pisang.Perpaduan antara adonan pempek yang digoreng atau dipanggang dengan telur yang cukup dominan.

Pempek Tunu 

Makanan  yang sering dikenal dengan pempek panggang. Sesuai namanya tunu atau panggang, merupakan proses pembuatannya yang terbilang unik karena berbeda dari lainya yang digoreng atau direbus.Selain itu,Pempek tunu ini biasanya dilengkapi dengan isian yang berbahan dasar ebi, cabai, dan kecap manis sebelum dinikmati dengan kuah cuko ato cuka.

Pempek Dos

Atau biasa disebut pempek sagu, berbeda jauh dengan pempek lainya, adonan pempek dos ini sama sekali tidak menggunakan ikan sebagai bahan utamanya, melainkan hanya dengan campuran tepung sagu dan tepung tapioka. Berbentuk cenderung bulat sama halnya dengan pempek adaan, yang membedakannya ialah terdapat potongan daun bawang yang menghiasi adonan pempek dos ini.

Itulah tadi jenis olahan pempek yang bisa kamu nikmati jika berkunjung ke Kota Palembang, patut dicoba dan dijamin bikin ketagihan loh.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
K
Editor
Kurnia