Sumsel

Ayah Siswi SMPN 30 Palembang yang Nyaris Diculik: “Saya Sempat Syok dan Panik”

Maman Suparman | 31 Oktober 2025, 18:15 WIB
Ayah Siswi SMPN 30 Palembang yang Nyaris Diculik: “Saya Sempat Syok dan Panik”

AKURAT.CO SUMSEL Guntur (50), ayah dari E (13), siswi SMPN 30 Palembang yang nyaris menjadi korban penculikan, masih diliputi rasa syok dan panik setelah menerima kabar mengejutkan, Jumat (31/10/2025) pagi.

Pria yang sehari-hari berjualan di kawasan Timbangan, Indralaya, itu mengaku langsung meninggalkan pekerjaannya dan pulang ke Palembang begitu mendapat telepon dari pihak sekolah dan kepolisian.

“Saya sempat syok dan panik. Pihak sekolah dan kepolisian menelepon, bilang anak saya hampir jadi korban penculikan,” ujar Guntur dengan nada lega saat ditemui di rumahnya, Jumat siang.

Tanpa pikir panjang, ia segera bergegas pulang untuk memastikan kondisi anaknya.

“Langsung saya pulang ke Palembang. Alhamdulillah, anak saya selamat dan sekarang dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Baca Juga: Kepsek SMPN 30 Palembang Angkat Bicara Soal Percobaan Penculikan Siswi

Meski tak menyaksikan langsung kejadian tersebut, Guntur menuturkan kronologi berdasarkan cerita sang anak.

Saat itu, Elsah tengah berjalan kaki menuju sekolah seperti biasa ketika tiga orang pria tak dikenal menghampirinya di kawasan Jalan Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

“Dari cerita anak saya, waktu itu dia diikuti oleh orang yang mencurigakan. Saat mereka mencoba mendekat, dia langsung berusaha melawan dan kabur,” jelasnya.

Guntur memastikan bahwa keluarganya tidak memiliki masalah pribadi maupun konflik dengan pihak mana pun yang mungkin berkaitan dengan insiden itu.

“Tidak ada masalah keluarga, tidak ada juga persoalan di luar. Saya sendiri bingung kenapa bisa sampai terjadi hal seperti ini,” katanya.

Ia berharap kepolisian dapat segera mengungkap kasus percobaan penculikan tersebut dan menangkap para pelaku yang meresahkan warga.

“Saya berharap pihak kepolisian bisa menindaklanjuti kasus ini dengan cepat. Pelakunya harus ditangkap supaya tidak ada lagi anak-anak lain yang jadi korban,” tegasnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia