Sumsel

Polrestabes Palembang Gelar Rekonstruksi Pembacokan Pengantin, 14 Adegan Diperagakan

Maman Suparman | 1 Agustus 2025, 17:14 WIB
Polrestabes Palembang Gelar Rekonstruksi Pembacokan Pengantin, 14 Adegan Diperagakan

AKURAT.CO SUMSEL Polrestabes Palembang menggelar rekonstruksi kasus pembacokan sadis terhadap Ahmad Handa (30), seorang pengantin asal Desa Sungai Raya, Kecamatan Rangat, Kabupaten Indragiri, Riau, yang terjadi pada Minggu, 11 Mei 2025 lalu.

Rekonstruksi digelar di halaman Mapolrestabes Palembang pada Jumat (1/8/2025) siang, dan dipimpin langsung oleh Kanit Pidum Satreskrim AKP Naibaho. Sebanyak 14 adegan diperagakan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Dalam proses rekonstruksi, tersangka utama Reno (36) memerankan langsung aksinya, sementara tiga tersangka lainnya yang masih buron (DPO), yakni RN, BB, dan YN, serta korban diperankan oleh anggota kepolisian.

Rekonstruksi diawali saat Reno keluar rumah dan bertemu ketiga rekannya di Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Mereka sepakat untuk mendatangi acara pernikahan korban.

Sesampainya di lokasi, tersangka Reno melihat korban turun dari mobil pengantin. Merasa dendam atas kejadian penusukan sebelumnya, Reno bersama RN, BB, dan YN langsung menyerang korban.

Dalam adegan ke-6, tersangka RN membacok korban sebanyak tiga kali. YN bahkan sempat melepaskan tembakan ke udara dengan senjata api guna menghalau warga yang hendak menolong.

Baca Juga: 1.500 Personel Dikerahkan Amankan Kunjungan Selvi Gibran ke Palembang

Korban sempat diselamatkan oleh saksi, M Fikri, yang merupakan kakak iparnya. Namun, saat berusaha melarikan diri, korban terjatuh dan kembali dianiaya secara brutal oleh keempat pelaku hingga mengalami luka berat.

Pada adegan terakhir, para pelaku melarikan diri, sementara korban dilarikan warga ke RSUD Bari Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.

AKP Naibaho membenarkan bahwa rekonstruksi ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri.

“Total ada 14 adegan yang diperagakan. Rekonstruksi ini penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa dan melengkapi berkas penyidikan,” ujarnya.

Polisi hingga kini masih memburu tiga pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi saat momen bahagia pernikahan berubah menjadi tragedi berdarah. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia