Sumsel

Dua Pelaku Pengeroyokan di Palembang Ditangkap, Anak 7 Tahun dan Juru Parkir Jadi Korban Pembacokan

Maman Suparman | 14 Januari 2025, 16:30 WIB
Dua Pelaku Pengeroyokan di Palembang Ditangkap, Anak 7 Tahun dan Juru Parkir Jadi Korban Pembacokan

AKURAT.CO SUMSEL Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap dua dari tiga pelaku pengeroyokan di depan sebuah minimarket di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Tuan Kentang, Palembang.

Kedua pelaku, Bima (25) dan Eki, yang berprofesi sebagai sopir angkot, ditangkap di kawasan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, pada Minggu (12/1/2025).

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono mengungkapkan bahwa motif pengeroyokan ini dilatarbelakangi dendam pelaku terhadap korban, seorang juru parkir bernama Hariansyah (31). Pelaku Bima mengaku takut lebih dulu diserang oleh Hariansyah setelah menerima ancaman melalui pesan yang disampaikan Eki.

“Pelaku Bima merasa terancam dan memilih menyerang lebih dulu. Namun, dalam aksi tersebut, anak kecil berinisial RMV (7) turut menjadi korban tanpa disengaja. Anak itu terkena sabetan senjata tajam saat pelaku menyerang Hariansyah,” jelas Kapolrestabes, Selasa (13/1/2025).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk celurit panjang, obeng, dan pipa besi. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak.

“Pengeroyokan ini merupakan aksi yang sangat brutal. Tidak hanya melukai orang dewasa, tetapi juga seorang anak kecil yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Kami akan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal,” tegas Kombes Pol Harryo.

Baca Juga: Area Parkir Hotel Jadi Sasaran Pencuri, Motor Warga Prabumulih Raib di Palembang

Sementara, salah satu pelaku Bima mengaku aksi tersebut dilakukan karena rasa takut dan dendam terhadap korban Hariansyah, yang sebelumnya diduga sering memalak dirinya. Ia juga mendapat ancaman dari korban yang disampaikan melalui rekannya, Eki.

“Hariansyah sering memalak saya. Waktu itu dia bilang lewat Eki kalau ketemu saya, dia akan menusuk saya. Karena itu, saya memilih menyerang lebih dulu,” kata Bima saat rilis di Mapolrestabes Palembang.

Hingga kini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang berinisial R. Sementara itu, Hariansyah dan RMV masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang mereka alami.

Sebagai informasi, peristiwa ini terjadi, Sabtu malam (11/1/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, Hariansyah sedang bersandar di tembok setelah menjaga parkir, sementara RMV tertidur di meja dekat lokasi.

Tiba-tiba, sebuah angkot kuning trayek Jembatan Ampera-Pasar Kertapati berhenti. Dari dalam angkot, turun tiga orang pelaku yang membawa senjata tajam, termasuk celurit dan pisau badik.

Tanpa peringatan, Bima langsung menyerang Hariansyah dengan celurit, yang kemudian juga melukai RMV dalam satu ayunan.

Aksi ini membuat warga sekitar panik, tetapi mereka tidak berani mendekat karena pelaku mengacungkan senjata tajam. Setelah melukai korban, ketiga pelaku melarikan diri.

Mamat, salah satu saksi di lokasi, mengatakan Hariansyah mengalami luka parah di bagian perut hingga organ dalamnya terlihat. Sementara RMV menderita luka serius di punggung yang membuatnya menangis dan memanggil ayahnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia