Sumsel

Kinerja Ekspor Sumsel Lesu di Awal 2026, Hanya Komoditas Pulp yang Bertahan Tumbuh

Kurnia | 4 Maret 2026, 22:00 WIB
Kinerja Ekspor Sumsel Lesu di Awal 2026, Hanya Komoditas Pulp yang Bertahan Tumbuh
Ilustrasi ekspor.

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Selatan (Sumsel) mengawali tahun 2026 dengan catatan kurang menggembirakan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel melaporkan nilai ekspor pada Januari 2026 mengalami penurunan tajam sebesar 29,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa total nilai ekspor pada bulan pertama tahun ini hanya menyentuh angka US382,63 juta. Angka ini turun signifikan jika dibandingkan dengan periode Januari 2025 yang mampu menembus US543,43 juta.

Penurunan ini terlihat merata di seluruh sektor utama. Kelompok migas tercatat merosot 34,24 persen, sementara sektor nonmigas turun sebesar 29,19 persen secara tahunan.

Berdasarkan data sektoral, sektor pertambangan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan drastis mencapai 60,33 persen (yoy), dengan nilai ekspor hanya sebesar US$88,87 juta.

Sektor lainnya juga ikut melemah adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tirun 6,24% menjadi US$9,15 juta.

Lalu, sektor industri pengolahan merosot 3,83% menjadi US$256,14 juta.

Baca Juga: Rupiah Mendekati Rp17 Ribu, Konflik Geopolitik Global Ancam Ekonomi Indonesia dan Sumsel

"Karet dan barang dari karet juga terkoreksi 25,51 persen dengan nilai US$95,19 juta. Begitu pula bahan bakar mineral yang turun cukup dalam," jelas Wahyu dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/3/2026).

Meski sebagian besar komoditas unggulan melemah, produk bubur kayu atau pulp justru menunjukkan performa yang kontras. Komoditas ini tumbuh positif sebesar 24,21 persen (yoy) dengan nilai ekspor mencapai US$115,20 juta.

Pulp kayu kini menjadi salah satu tumpuan utama yang menjaga stabilitas nilai ekspor Sumsel di tengah lesunya permintaan komoditas mineral dan karet.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap memegang posisi sebagai pasar ekspor terbesar Sumatera Selatan dengan porsi mencapai 41,43 persen dari total ekspor. Nilai perdagangan ke Negeri Tirai Bambu tersebut tercatat sebesar US$158,53 juta, yang didominasi oleh pengiriman pulp (71,29%), batu bara, dan karet.

Selain Tiongkok, Vietnam menempati posisi kedua dengan pangsa 10,73 persen melalui komoditas batu bara dan minyak nabati, disusul oleh Singapura yang menyerap produk farmasi serta kertas dari Sumsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia