Sumsel

OJK Optimistis Pembiayaan Kendaraan Listrik Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir 2025

Maman Suparman | 14 Oktober 2025, 14:00 WIB
OJK Optimistis Pembiayaan Kendaraan Listrik Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir 2025

AKURAT.CO SUMSEL Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan terus mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun 2025, meskipun pemerintah memastikan tidak akan memperpanjang masa insentif impor mobil listrik utuh (completely built-up/CBU) yang berakhir pada Desember 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menjelaskan bahwa permintaan terhadap kendaraan listrik masih akan meningkat menjelang berakhirnya masa insentif tersebut.

“Permintaan kendaraan listrik diperkirakan tetap meningkat menjelang berakhirnya insentif, sehingga dapat mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik hingga akhir tahun 2025,” ujar Agusman di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Berdasarkan data OJK, total outstanding pembiayaan kendaraan listrik per Agustus 2025 mencapai Rp19,45 triliun, atau naik 5,19% secara month to month (mtm).

Baca Juga: Qualcomm dan Samsung Kembali Bekerja Sama, Produksi Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy Gunakan Teknologi 2nm

Nilai tersebut mencerminkan porsi 3,65% dari total pembiayaan yang disalurkan oleh industri multifinance nasional.

Secara keseluruhan, sektor pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio industri multifinance.

Hingga Agustus 2025, segmen ini menyumbang 76,17% dari total outstanding pembiayaan, atau senilai Rp405,79 triliun.

Agusman menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kendaraan, baik konvensional maupun listrik, masih menjadi tulang punggung bisnis pembiayaan di Indonesia.

Ia menambahkan, secara umum industri multifinance menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Per Agustus 2025, total piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 1,26% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp505,59 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia