Sumsel

Lonjakan Wisatawan ke Sumsel Tak Berdampak ke Hotel, Ini Sebabnya

Maman Suparman | 7 Agustus 2025, 22:00 WIB
Lonjakan Wisatawan ke Sumsel Tak Berdampak ke Hotel, Ini Sebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat lonjakan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2025, namun peningkatan ini tidak berdampak signifikan terhadap okupansi hotel berbintang.

Fenomena ini menjadi sorotan karena tingginya angka perjalanan justru tidak sebanding dengan tingkat hunian kamar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang masuk ke provinsi ini mencapai 2,42 juta perjalanan.

Menariknya, lebih dari 77% di antaranya berasal dari dalam Sumsel sendiri, menunjukkan dominasi wisatawan lokal yang bepergian antarkabupaten atau kota.

“Sebanyak 77,08% berasal dari dalam provinsi. Sisanya, sekitar 500 ribu perjalanan atau 22,92% datang dari luar Sumsel,” ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, Kamis (7/8/2025).

Dari luar provinsi, Lampung menjadi penyumbang terbesar wisatawan ke Sumsel dengan porsi 36,54%, diikuti Jambi 12,47%, dan Bengkulu 11,94%.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus ke Sumsel sejak Januari hingga Juni 2025 mencapai 13,31 juta, naik 55,29% dibandingkan semester I tahun 2024.

“Secara year on year, ini peningkatan yang sangat signifikan,” tambah Wahyu.

Baca Juga: Festival Bidar Palembang Siap Digelar, Pemkot Pastikan Kawasan BKB Bebas Jukir Liar dan PKL

Namun, peningkatan wisatawan tersebut belum berhasil mengangkat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumsel. Pada Juni 2025, TPK tercatat hanya 46,42%, turun 4,71 poin dibandingkan Mei yang mencapai 51,14%.

Hotel bintang lima mencatat hunian tertinggi dengan TPK sebesar 54,63%, sedangkan hotel bintang dua terendah di angka 34,54%.

“Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang hanya 1,37 malam,” ungkap Wahyu.

Fenomena ini menunjukkan tren baru: wisatawan memilih perjalanan singkat tanpa bermalam, atau mengandalkan akomodasi non-hotel seperti rumah keluarga, kos-kosan, atau homestay informal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia