Ratu Dewa Lantik 7 Anggota TACB Palembang, Identitas Kota Tua Jadi Perhatian

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang Ratu Dewa resmi melantik tujuh anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang periode 2026-2029.
Pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Kamis (8/10/2026) pagi.
Tujuh anggota TACB yang dilantik mendapat tugas untuk membantu menjaga dan mengawal keberadaan warisan sejarah serta budaya di Kota Palembang.
Ratu Dewa mengatakan, keberadaan TACB memiliki peran penting di tengah pesatnya pembangunan kota. Menurutnya, pembangunan modern tidak seharusnya membuat Palembang kehilangan identitas sebagai salah satu kota tua di Indonesia.
"Kalau kita berbicara tentang cagar budaya, cakupannya sangat luas. Bukan hanya bangunan, tetapi juga banyak hal yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan," kata Ratu Dewa.
Ia meminta seluruh anggota TACB menjalankan tugas dengan penuh komitmen. Pelestarian cagar budaya, kata dia, harus berjalan beriringan dengan pembangunan kota.
"Palembang harus terus berkembang, tetapi sejarah dan warisan budayanya jangan sampai hilang," ujarnya.
Ratu Dewa juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk legislatif, dalam menjaga kawasan dan peninggalan bersejarah di Palembang.
Menurutnya, pembangunan dan pelestarian tidak semestinya dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama selama tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Palembang.
Baca Juga: Harga iPhone 18 Pro di Inonesia Vs Singapura, Mana yang Lebih Murah Setelah Pajak?
Adapun tujuh anggota TACB Kota Palembang periode 2026-2029 yang dilantik yakni Febri Irwansyah sebagai ketua dan Kemas Abdul Rachman Panji, sebagai sekretaris.
Sementara lima anggota lainnya yakni Sylvia Yolanda, Jumanah, Wanda Lesmana, Nyimas Ulfah Aryeni serta Hidayatul Fikri.
Ketua TACB Kota Palembang Febri Irwansyah memastikan pihaknya akan menjalankan tugas secara profesional dan objektif.
"Kami berkomitmen menjalankan tugas ini secara profesional dan objektif berdasarkan kajian-kajian yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Febri.
Ia menyebut Palembang memiliki banyak peninggalan sejarah dari berbagai periode, mulai dari masa Kesultanan Palembang, kolonial, hingga masa setelahnya.
Bangunan dan kawasan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Palembang sehingga perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan.
TACB juga akan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, akademisi, dan masyarakat dalam upaya pelestarian cagar budaya.
"Kami ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi identitas Palembang sebagai kota pusaka juga tetap terjaga," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal Timnas Indonesia Vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026
- 2BSU Oktober Desember 2026 Cair Lagi, Bagaimana BLT Kesra
- 3Bansos PKH BPNT Tahap 4 Cair Mulai Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 4Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Klasemen Akhir Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 16 Raih 39 Medali
- 6Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 6 Oktober 2026: Karier Makin Disorot, Keuangan Jangan Impulsif
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini 5 Oktober 2026: Ada yang Dapat Kabar Baik, Ada yang Harus Hati-hati
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








