Sumsel

Ratu Dewa Jelaskan Maksud 'Enjoy' Saat Palembang Dilanda Kabut Asap

Kurnia | 6 Oktober 2026, 22:00 WIB
Ratu Dewa Jelaskan Maksud 'Enjoy' Saat Palembang Dilanda Kabut Asap
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan klarifikasi terkait penggunaan istilah "enjoy" yang sebelumnya dikaitkan dengan pernyataannya mengenai kondisi kabut asap dan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ratu Dewa menegaskan, istilah tersebut tidak dimaksudkan untuk menggambarkan rasa senang maupun kenyamanan atas kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, kata "enjoy" yang dimaksud lebih merujuk pada sikap seorang pemimpin dalam menghadapi situasi krisis. Pemimpin, kata dia, harus mampu menjaga ketenangan dan mengendalikan diri agar dapat mengambil keputusan secara tepat.

"Tidak ada kata enjoy dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis," kata Ratu Dewa kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, kepanikan seorang pemimpin justru dapat menghambat proses penanganan di lapangan. Sebaliknya, ketenangan diperlukan agar koordinasi antarinstansi dan pengambilan kebijakan dapat berjalan efektif.

Baca Juga: Dikritik soal Penanganan Karhutla, Herman Deru Minta Pemerintah Jangan Baper

"Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat," ujarnya.

Ratu Dewa mengakui kondisi kabut asap telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya terkait dampaknya terhadap kesehatan. Anak-anak dan kelompok rentan menjadi salah satu pihak yang mendapat perhatian dalam penanganan tersebut.

"Kami memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih. Karena itu, Pemkot Palembang terus berkoordinasi dan bekerja bersama seluruh pihak untuk menangani persoalan ini," katanya.

Dia memastikan Pemkot Palembang tidak menganggap persoalan kabut asap sebagai kondisi yang ringan. Sejumlah langkah penanganan terus dilakukan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Di bidang kesehatan, puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun gejala ISPA.

Pemkot juga mengintensifkan pembagian masker, khususnya kepada kelompok masyarakat yang rentan terpapar asap.

Selain itu, koordinasi dengan Satgas Karhutla dan sejumlah instansi terkait terus diperkuat. Penanganan di lapangan antara lain dilakukan melalui penyiraman sejumlah ruas jalan dan pendistribusian air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air.

Penyesuaian kegiatan belajar juga dilakukan apabila kondisi kualitas udara dinilai tidak memungkinkan untuk aktivitas normal. Kegiatan di luar ruangan bagi pelajar dapat dibatasi sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap.

Ratu Dewa menegaskan, sikap tenang yang dimaksud bukan berarti pemerintah bersikap santai terhadap kondisi yang terjadi. Menurutnya, ketenangan harus berjalan beriringan dengan empati dan tindakan nyata.

"Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli. Justru dengan tetap tenang, kita bisa fokus bekerja dan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta penanganan yang dibutuhkan," tuturnya.

Dia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada selama kualitas udara belum kembali membaik. Warga diminta mengikuti imbauan kesehatan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia