Sumsel

Karhutla Muara Medak Masih Ditangani, 3 Helikopter Sudah 345 Kali Water Bombing

Kurnia | 6 Oktober 2026, 10:01 WIB
Karhutla Muara Medak Masih Ditangani, 3 Helikopter Sudah 345 Kali Water Bombing
Karhutla Muara Medak Belum Padam, 353 Personel dan 3 Helikopter Dikerahkan. (istimewa)

AKURAT.CO SUMSEL Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, masih berlanjut. Sebanyak 353 personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Operasi yang berlangsung sejak 15 September 2026 itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari RPK, TRC, KMPA, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH Lalan Mendis, PT Rimba Hutani Mas (RHM), perusahaan pendukung hingga masyarakat.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pembasahan, pemantauan serta pengendalian agar api tidak menjalar ke kawasan lain.

Kepala KPH Lalan Mendis Amiril mengatakan kondisi kebakaran yang dinamis membutuhkan koordinasi banyak pihak.

“Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara, serta upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” kata Amiril.

Untuk memperkuat operasi dari darat, tim menggunakan berbagai peralatan pemadam. Di antaranya enam pompa jinjing, 11 pompa sedang, tujuh pompa induk dan dua pompa apung.

Petugas juga menyiapkan 210 rol selang berukuran 1,5 inci, 110 rol selang 2,5 inci serta 20 Jet Shooter.

Selain peralatan pemadam, 57 ekskavator turut dikerahkan. Sebanyak tujuh unit menggunakan bucket dan 50 unit menggunakan grapple atau capit. Operasi juga didukung satu motor grader.

Alat berat tersebut digunakan untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran serta membangun dan memperkuat sekat bakar.

Hingga kini, tim gabungan telah membangun sekat bakar sepanjang sekitar 10 kilometer dengan lebar mencapai 50 meter. Area tersebut terus dibasahi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi kemungkinan api menyeberang.

Baca Juga: Mahasiswa Desak Transparansi Banpres Karhutla Rp100 Miliar, Ini Jawaban Herman Deru

Upaya pemadaman juga diperkuat dari udara. Sebanyak tiga helikopter dikerahkan, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171.

Sejak operasi water bombing dimulai pada 27 September 2026 hingga Minggu (4/10/2026), tercatat 345 sorti penerbangan telah dilakukan untuk membantu pemadaman.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni XV/Muba Deni Candra Gumelar mengatakan penanganan karhutla di Muara Medak melibatkan berbagai unsur sejak kejadian mulai muncul pada Juli 2026.

“Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli,” ujar Deni.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 6 Oktober 2026: Karier Makin Disorot, Keuangan Jangan Impulsif

Di tengah upaya pemadaman, masyarakat juga diminta ikut mencegah munculnya titik api baru.

Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf Dimas Kurniawan mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan pembakaran secara sengaja.

“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dimas.

Sementara itu, sumber awal kebakaran masih dalam proses penelusuran. Berdasarkan pemantauan awal, salah satu lokasi yang terdeteksi terbakar memiliki luasan sekitar 0,5 hektare.

Adapun angka 5.800 hektare yang disebut dalam operasi merupakan cakupan wilayah penanganan. Wilayah tersebut mencakup kegiatan pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar dan pencegahan penjalaran api.

Angka tersebut bukan luas lahan yang terbakar dan masih dapat berubah sesuai hasil pemutakhiran kondisi di lapangan.

Tim gabungan hingga kini masih memprioritaskan pemadaman di sejumlah titik sekaligus melakukan pembasahan dan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul atau menjalar ke kawasan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia