BPBD Palembang Catat 336,6 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang 2026

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang mencatat 336,6 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Februari hingga September 2026.
Kepala BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon mengatakan, karakteristik karhutla di Palembang berbeda dengan sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan yang banyak memiliki kawasan lahan gambut.
Berdasarkan rekap BPBD, kebakaran lahan di Palembang umumnya terjadi dalam skala relatif kecil sehingga petugas dapat lebih cepat melakukan pemadaman.
"Kalau untuk saat ini hasil rekap kami, lahan terbakar di Kota Palembang yang terdata dari Januari, sebenarnya dari Februari kebakaran, tapi dari awal itu lebih kurang 336,6 hektare," kata Furqon, Sabtu (3/10/2026).
Dari catatan BPBD Palembang, Kecamatan Kertapati menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran lahan terbanyak, yakni 102 kejadian.
Disusul Kecamatan Alang-Alang Lebar dengan 91 kejadian dan Sematang Borang sebanyak 85 kejadian.
Furqon menjelaskan, sebagian besar kejadian kebakaran di wilayah Palembang memiliki luas sekitar 1.000 hingga 2.000 meter persegi. Lokasi yang relatif dekat dengan pos pemadam membuat api dapat segera ditangani.
Baca Juga: Herman Deru Siapkan Perluasan Kolam Retensi untuk Atasi Genangan di Simpang Polda
"Yang kami rekap ini tidak seperti kawan di kabupaten. Mungkin ratusan hektar sudah dihitung satu kejadian. Kalau kita kadang-kadang baru sekitar seribu dua ribu meter, kawan-kawan karena dekat pos langsung padam," ujarnya.
Meski demikian, kebakaran di wilayah perbatasan Palembang dapat meluas hingga sekitar 2 hektare dalam satu kejadian. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian petugas karena wilayah perbatasan juga kerap membutuhkan dukungan pemadaman.
Untuk mengantisipasi karhutla, Pemerintah Kota Palembang telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla.
Sekitar 900 personel gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, serta Polri disiapkan untuk melakukan penanganan secara bergantian selama 24 jam.
BPBD Palembang sendiri memiliki sekitar 40 personel, sementara Damkar didukung delapan posko pemadam.
"Kalau untuk jumlah personel gabungan Damkar, BPBD, TNI, Polri lebih kurang 900 personel, tapi kan tidak turun semua, dia bergantian selama 24 jam. InsyaAllah cukup untuk melakukan pemadaman," kata Furqon.
Selain menangani karhutla di dalam wilayah Palembang, petugas juga membantu pemadaman di kawasan perbatasan, termasuk wilayah Kabupaten Banyuasin.
Menurut Furqon, bantuan tersebut dilakukan karena sejumlah lokasi perbatasan memiliki wilayah yang cukup luas dan membutuhkan dukungan personel maupun armada pemadam.
"Palembang ini sering melakukan pemadaman di daerah perbatasan. Kawan-kawan Banyuasin itu kan wilayahnya luas, kadang-kadang komunikasi dengan Pak Wali juga minta tolong bantu," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BSU Rp900.000 Cair Lagi Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 2Ramalan Zodiak Capricorn Hari Ini: Fokus Karier, Keuangan, dan Hubungan
- 3Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 1 Medali, Naik Peringkat 15
- 4Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tambah 2 Emas, Indonesia Naik Peringkat 13
- 5Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun ke Peringkat 14
- 6Ramalan Zodiak Hari Ini 1 Oktober 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer dan Leo
- 7Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Lolos Final Usai Hatam Bangladesh dengan Skor Akhir 9-2
- 8Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak, Cek Rincian Terbarunya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








