Sumsel

Penjelasan RSUD BARI soal Hardiansyah, Tiba di IGD Sudah Tak Sadarkan Diri

Kurnia | 3 Oktober 2026, 17:15 WIB
Penjelasan RSUD BARI soal Hardiansyah, Tiba di IGD Sudah Tak Sadarkan Diri
Istri Hardiansyah saat diwawancarai.

AKURAT.CO SUMSEL Hardiansyah (41), warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, meninggal dunia setelah dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palembang BARI pada Jumat (2/10/2026).

Sebelum meninggal, Hardiansyah mengalami sesak napas. Kondisinya kemudian memburuk hingga tidak sadarkan diri dan langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit.

Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang BARI, Adea Triutami, mengatakan Hardiansyah tiba di IGD dalam kondisi tidak sadar.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan denyut nadi maupun napas pasien.

"Pasien sampai di IGD sudah dalam kondisi tidak sadar. Dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sudah tidak ada nadi dan tidak ada napas," kata Adea, Sabtu (3/10/2026).

Meski demikian, tim medis tetap melakukan upaya pertolongan. Hardiansyah sempat menjalani resusitasi jantung paru (RJP) dan mendapat pemberian obat.

Namun, upaya tersebut tidak membuat kondisi pasien kembali merespons.

"Sudah dilakukan RJP dan pemberian obat, namun pasien sudah tidak respons lagi," ujarnya.

Hardiansyah kemudian dinyatakan meninggal dunia atau death on arrival (DoA) pada pukul 07.42 WIB.

Baca Juga: Sesak Napas Kambuh di Tengah Kabut Asap, Warga Kertapati Palembang Meninggal

Sebelumnya, keluarga menyebut Hardiansyah memiliki riwayat asma sejak kecil. Dalam beberapa waktu terakhir, keluhan sesak napas disebut kembali muncul di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Palembang akibat karhutla.

Istri Hardiansyah, Rika Yunita (39), mengatakan suaminya juga sempat mengalami batuk dan pilek sebelum sesak napasnya semakin parah.

Menurut keluarga, keluhan tersebut diduga berkaitan dengan kambuhnya asma yang diderita Hardiansyah. Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan penyebab medis kematiannya.

Rika mengatakan keluarga sempat membawa Hardiansyah ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan pertolongan setelah kondisinya memburuk.

"Sampai rumah sakit sudah tidak ada napas lagi," ujar Rika.

Pihak rumah sakit hingga kini belum menyatakan bahwa kabut asap maupun ISPA menjadi penyebab medis kematian Hardiansyah.

Keluarga sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi Hardiansyah memburuk setelah beberapa kali terpapar kabut asap. Aktivitasnya sebagai pengemudi ojek online juga membuatnya cukup sering berada di luar rumah.

Jenazah Hardiansyah kemudian dibawa pulang oleh keluarga dan telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di sekitar kediamannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia