Ratu Dewa Sebut Titik Karhutla Palembang Menurun, Sematang Borang Masih Rawan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang menyebut jumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya mulai mengalami penurunan.
Jika sebelumnya titik kebakaran rata-rata mencapai 15 hingga 17 lokasi per hari, kini jumlah area yang masih membutuhkan pemadaman disebut berada di kisaran 5 hingga 6 lokasi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kondisi tersebut berdasarkan laporan yang diterimanya hingga Minggu (27/9/2026).
"Kalau selama ini hampir 15-17 titik lokasi karhutla rata-rata. Saya dapat laporan sampai kemarin, sekarang itu turun, berkurang. Paling titik kebakaran lahan hanya di 5-6 area," ujar Ratu Dewa, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, berkurangnya titik kebakaran turut membuat kondisi asap di Kota Palembang perlahan membaik. Meski demikian, kualitas udara di sejumlah wilayah masih terdampak asap.
Dewa menjelaskan, asap yang menyelimuti Palembang tidak hanya berasal dari kebakaran lahan di dalam kota. Kondisi tersebut juga dipengaruhi karhutla yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
"Artinya, khususnya di Palembang, sudah cukup berkurang (asap tebal), tetapi kondisi kita memang ada asap ini, karena timbul juga dari kabupaten/kota lain yang ada di Sumatera Selatan," katanya.
Baca Juga: Bobol Rumah Warga Palembang, Pelaku Gasak 2 TV dan 4 Hiasan Keramik
Meski jumlah titik kebakaran menurun, Pemkot Palembang masih menyiagakan posko karhutla di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.
Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Kertapati, Gandus dan Sematang Borang.
Dari sejumlah wilayah tersebut, Sematang Borang menjadi salah satu lokasi yang masih mendapat perhatian karena aktivitas kebakaran lahan dinilai lebih sering terjadi.
"Benar, di wilayah Sematang Borang yang masih tinggi. Makanya saya sudah minta agar BPBD, termasuk Damkar, harus fokus ke sana," ujar Dewa.
Pemkot Palembang pun meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Kasi Kedaruratan BPBD Palembang Muhammad Aryansah mengatakan proses pemadaman karhutla di Sematang Borang masih menghadapi kendala.
Salah satu faktor yang menyulitkan petugas adalah kondisi lahan yang kering serta keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi kebakaran.
Terkait penyebab kebakaran, Aryansah mengatakan belum dapat disimpulkan secara final oleh pihak berwenang.
Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, petugas menduga adanya unsur kesengajaan dalam sejumlah kejadian karena api dinilai tidak muncul secara tiba-tiba.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka yang kondisinya kering dan mudah terbakar.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat, terutama di lahan terbuka yang sangat rentan terbakar," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 215 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 4Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 5Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 8Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








