Harga Cabai di Palembang Tembus Rp75 Ribu, Pasokan Berkurang dan Rantai Distribusi Jadi Sorotan

AKURAT.CO SUMSEL Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar di Palembang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Kini, harga komoditas tersebut mencapai sekitar Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram, dari harga normal yang berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Ruzuan Effendi mengatakan kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya produksi cabai dari sejumlah daerah sentra, termasuk wilayah Pulau Jawa.
Penurunan produksi terjadi seiring musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
“Jadi, Sumsel saat ini mengandalkan produksi lokal. Kenaikan ini juga karena panen cabai sudah selesai dan petani belum menanam kembali. Hanya di tempat-tempat tertentu yang masih menunggu panen,” ujar Ruzuan, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Pemkot Palembang dan Kodim 0418 Gotong Royong Bersihkan Sungai Sekanak
Baca Juga: Pemkot Palembang dan Kodim 0418 Gotong Royong Bersihkan Sungai Sekanak
Berkurangnya pasokan dari luar daerah membuat kebutuhan cabai di Sumsel lebih banyak mengandalkan hasil panen lokal. Kondisi tersebut kemudian ikut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
Namun, faktor produksi bukan satu-satunya penyebab harga cabai melonjak. Ruzuan menyebut panjangnya rantai pasok dari petani hingga pedagang turut memengaruhi harga di pasar.
Menurutnya, terdapat beberapa tahapan distribusi yang dilalui cabai sebelum sampai ke konsumen, mulai dari petani, pengepul, pasar induk hingga pedagang di pasar.
“Kenapa harga masih tinggi? Ini juga karena rantai pasok, ada beberapa pengepul yang berperan, sehingga harga dari petani ke pasar induk hingga ke beberapa pasar, rantainya agak panjang,” katanya.
Perbedaan harga cukup besar terlihat antara tingkat petani dan konsumen. Harga cabai di tingkat petani disebut berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga di pasar dapat mencapai Rp75.000 per kilogram. Artinya, terdapat selisih harga sekitar Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram sebelum cabai sampai ke konsumen.
Meski harga mengalami kenaikan, Ruzuan memastikan ketersediaan cabai di Sumsel masih dalam kondisi aman.
Sejumlah daerah masih memiliki lahan produksi cabai, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki luas tanam sekitar 250 hektare. Produksi cabai juga masih tersedia di wilayah Ogan Ilir.
“Ketersediaan cabai kita aman kalau berdasarkan laporan yang ada. Luas tanam di OKI ada sekitar 250 hektare, di Ogan Ilir juga cukup luas,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 4Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 5Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









