Sumsel

Ratu Dewa Tinjau Langsung Proses Pengiriman Perdana Sampah ke PSEL

Deny Wahyudi | 1 September 2026, 18:23 WIB
Ratu Dewa Tinjau Langsung Proses Pengiriman Perdana Sampah ke PSEL
PSEL Mulai Beroperasi, Hampir 1.000 Ton Sampah Palembang per Hari Siap Diolah Jadi Listrik

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung proses pengiriman perdana sampah ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi persoalan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi.

Dewa menyebut langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah di Kota Palembang.

"Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari," kata Ratu Dewa saat meninjau lokasi PSEL.

Kehadiran PSEL diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan volume sampah yang terus meningkat, tetapi juga mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

Baca Juga: Detik-detik Remaja di Palembang Kejar Penjambret, Berakhir Terjatuh dan Luka

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain menjelaskan, sampah yang dikirim ke PSEL berasal dari berbagai wilayah di Kota Palembang.

Pengangkutan mencakup lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Dari total timbulan sampah Palembang yang mencapai sekitar 1.260 ton per hari, sekitar 960 hingga 1.000 ton per hari ditargetkan masuk ke bunker PSEL.

"Pengangkutan mencakup seluruh wilayah. Kita terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal," jelas Mustain.

Untuk mendukung pengangkutan tersebut, Pemkot Palembang menyiagakan 141 armada dari total 160 armada yang tersedia.

Pemkot juga menyiapkan penambahan armada melalui Anggaran Perubahan. Penambahan kendaraan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pengangkutan sekaligus mengurangi beban armada yang saat ini beroperasi.

Baca Juga: Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang, Pemprov Sumsel: Belum Langka, Pasokannya yang Berkurang

Sampah yang tiba di fasilitas PSEL tidak langsung dibakar. Material terlebih dahulu menjalani proses persiapan, termasuk fermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari.

Setelah melalui tahapan tersebut, sampah diproses lebih lanjut hingga dapat dimanfaatkan dalam sistem pembangkitan energi listrik.

Sistem ini menjadi bagian dari konsep pengelolaan sampah yang tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pemanfaatan kembali sampah menjadi sumber energi.

Bagi Pemkot Palembang, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah menjadi lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Ratu Dewa mengatakan PSEL Palembang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditunjuk sebagai salah satu proyek percontohan di Indonesia.

"Ini merupakan proyek strategis nasional dan Palembang menjadi salah satu percontohan. Jadi kita berharap pelaksanaannya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Agenda penting terkait PSEL Palembang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 dengan kehadiran sejumlah pejabat pemerintah pusat.

Sementara itu, peresmian fasilitas PSEL ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 dan direncanakan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia