Sumsel

Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang, Pemprov Sumsel: Belum Langka, Pasokannya yang Berkurang

Kurnia | 1 September 2026, 16:46 WIB
Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang, Pemprov Sumsel: Belum Langka, Pasokannya yang Berkurang
Ilustrasi stok beras

AKURAT.CO SUMSEL Pasokan beras premium di sejumlah ritel modern di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai berkurang. Kondisi ini membuat pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan penyebab berkurangnya stok sekaligus menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Chandra memastikan kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai kelangkaan. Menurutnya, beras premium masih tersedia di pasaran, hanya volume pasokannya yang tidak sebanyak biasanya.

"Kita sudah melihat ketersediaan beras, utamanya beras premium. Memang kalau kita lihat, stok berkurang dari rutin biasanya," kata Edward seusai mengecek gudang ritel modern, Selasa (1/9/2026).

Berkurangnya stok tersebut salah satunya dipengaruhi jaringan distribusi ritel yang harus memasok kebutuhan ratusan gerai.

Menurut Edward, satu jaringan ritel dapat melayani lebih dari 600 gerai. Ketika pasokan dari sumber produksi berkurang, stok yang masuk ke gudang pun lebih cepat terserap untuk memenuhi kebutuhan toko-toko tersebut.

Baca Juga: 8 Posisi Strategis Polda Sumsel Bergeser, Direktur Narkoba Yulian Perdana Promosi ke Mabes Polri

"Sejauh ini barangnya ada, hanya sedikit. Biasanya yang mereka masukkan itu lebih banyak, sekarang berkurang. Barangnya ada, tetapi volumenya berkurang," ujarnya.

Pemprov Sumsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak ingin hanya melihat persoalan dari sisi stok di gudang ritel.

Edward mengatakan, perlu dilakukan pengecekan lebih jauh untuk mengetahui titik persoalan dalam rantai pasokan, termasuk dari pabrik hingga penggilingan.

Karena itu, TPID akan turun langsung ke sumber produksi untuk melihat kondisi pasokan beras premium.

"Setelah ini TPID juga akan melihat langsung ke pabrik. Kita akan melihat persoalannya seperti apa sehingga ada keterbatasan stok," katanya.

Menurut Edward, keterbatasan pasokan juga berpotensi terjadi di sejumlah lokasi lain. Karena itu, pemerintah perlu mendapatkan gambaran menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.

Langkah tersebut dilakukan agar berkurangnya stok di ritel tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, terutama jika kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Baca Juga: Sebulan, 1.221 Pengendara di Palembang Kena Tilang Manual, Pelanggaran Didominasi Tak Pakai Helm

Di tengah menurunnya pasokan beras premium, pemerintah daerah juga menyiapkan alternatif untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Salah satunya dengan mendorong peningkatan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Edward mengatakan, beras SPHP akan didorong untuk disalurkan melalui depo atau gudang hingga langsung kepada masyarakat.

"Kita mendorong penambahan beras SPHP, baik yang didistribusikan melalui depo-depo atau gudang maupun ke masyarakat secara langsung," jelasnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan beras masyarakat tetap aman meskipun pasokan beras premium di sejumlah ritel modern mengalami penurunan.

Pemprov Sumsel kini masih menunggu hasil pengecekan ke pabrik dan penggilingan untuk memastikan penyebab berkurangnya pasokan beras premium sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia