BMKG Prediksi Hujan Diperkirakan Mulai Datang Pertengahan Oktober, Sumsel Masih Hadapi Puncak Kemarau

AKURAT.CO SUMSEL Warga Sumatera Selatan masih harus menghadapi kondisi kering dalam beberapa pekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peluang terbentuknya awan hujan mulai meningkat memasuki Oktober, dengan potensi lebih terlihat pada pertengahan bulan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena Sumsel saat ini masih berada dalam periode puncak musim kemarau.
“Puncak musim kemarau bulan Agustus dan September,” ujar Siswanto, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Siswanto, pertumbuhan awan hujan selama puncak kemarau belum optimal. Kondisi kering tersebut juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berdampak terhadap kualitas udara.
Peluang hujan diperkirakan mulai membaik setelah memasuki Oktober. Namun, masyarakat masih perlu bersabar karena potensi pembentukan awan hujan yang lebih signifikan diperkirakan baru terlihat sekitar pertengahan Oktober.
“Baru akan ada potensi awan hujan diperkirakan bulan Oktober pertengahan,” katanya.
Baca Juga: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah, Hotspot Karhutla di Sumsel Mulai Menurun
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya hotspot karhutla, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel juga menjadi perhatian. Asap dan partikel debu yang terakumulasi di udara berpotensi membuat kualitas udara memburuk.
Siswanto mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan kualitas udara kategori tidak sehat dan jarak pandang (visibility) kurang dari satu kilometer, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah hingga kondisi membaik dan hanya melakukan aktivitas di luar jika benar-benar diperlukan.
“Seiring peningkatan hotspot di wilayah Sumatera Selatan dan saat ini pada fase puncak musim kemarau Agustus-September, diprediksi kondisi kualitas udara akan terus memburuk akibat akumulasi timbulnya asap dan peningkatan partikel debu yang bercampur di udara,” jelasnya.
Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, CFN Atmo dan CFD Palembang Resmi Ditutup Sementara
Ia juga meminta sekolah di wilayah yang terdampak mempertimbangkan penghentian sementara pembelajaran tatap muka hingga satu minggu ke depan. Kebijakan tersebut perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi terbaru.
Sementara itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Penyesuaian kebijakan selanjutnya akan mengikuti arahan pemerintah dengan mempertimbangkan informasi dan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 7Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









