Sumsel

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah, Hotspot Karhutla di Sumsel Mulai Menurun

Kurnia | 29 Agustus 2026, 17:47 WIB
Hujan Guyur Sejumlah Wilayah, Hotspot Karhutla di Sumsel Mulai Menurun
Ilustrasi asap karhutla. - Pixabay

AKURAT.CO SUMSEL Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan penurunan.

Kondisi ini terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Lahat, pada Jumat (28/8/2026).

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, turunnya jumlah hotspot menjadi indikasi positif di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel.

"Titik hotspot karhutla mulai terpantau turun karena ada hujan kemarin Jumat di OKU dan Lahat," kata Sudirman saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel hingga Sabtu pukul 05.00 WIB, terdapat 287 titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Sumsel.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 101 titik. Selanjutnya Banyuasin 53 titik, Muara Enim 48 titik, Musi Banyuasin 28 titik, OKU Timur 15 titik, Ogan Ilir 14 titik, PALI 7 titik, Lahat 5 titik, Musi Rawas 5 titik, OKU Selatan 5 titik, Musi Rawas Utara 4 titik, dan OKU 2 titik.

Baca Juga: ISPU Palembang Capai 158, Pemkot Gelar Sholat Istisqa Minta Hujan

Sementara itu, berdasarkan data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akumulasi hotspot di Sumsel sepanjang 2026 hingga 28 Agustus mencapai 19.438 titik.

Dari sisi kejadian, BPBD Sumsel mencatat 2.001 kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026. Luas lahan yang terbakar berdasarkan indikasi yang tercatat mencapai 1.926 hektare.

OKI menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 354 kejadian. Kemudian Musi Banyuasin 237 kejadian, Ogan Ilir 229 kejadian, Banyuasin 220 kejadian, Muara Enim 193 kejadian, Palembang 163 kejadian, dan PALI 151 kejadian.

Meski jumlah hotspot mulai menurun, BPBD Sumsel tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, hujan belum turun secara merata di seluruh wilayah Sumsel, sementara kondisi kemarau masih berpotensi memicu kebakaran.

Upaya penanganan karhutla dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemantauan sebaran hotspot, operasi pemadaman darat, serta pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing. BPBD juga terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla dan meningkatkan kesiapsiagaan personel di wilayah yang rawan kebakaran.

"Kita tetap melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang masih terdapat karhutla. Penurunan hotspot ini tentunya sangat membantu dalam upaya pengendalian karhutla," ujar Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia