Sumsel

Kualitas Udara Malam Hari di Palembang Tidak Sehat, Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Malam

Kurnia | 28 Agustus 2026, 22:00 WIB
Kualitas Udara Malam Hari di Palembang Tidak Sehat, Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Malam

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk pada Jumat (28/8/2026) malam.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, indeks kualitas udara (AQI) mencapai 190 atau masuk kategori tidak sehat.

Polutan utama yang terpantau adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 111 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi tersebut terjadi di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Asap dari kawasan yang terbakar berpotensi terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di Palembang.

Data pemantauan juga menunjukkan kondisi cuaca di Palembang berada pada suhu sekitar 29 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 13 kilometer per jam dan kelembapan 60 persen.

Baca Juga: Agustus Jadi Bulan Terparah, 13.490 Hotspot Terdeteksi di Sumsel

Kondisi udara yang buruk perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.

Sebelumnya, BMKG menyebut kualitas udara Palembang sempat masuk kategori sangat tidak sehat.

Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 bahkan tercatat mencapai 200,9 µg/m³ pada Jumat siang akibat paparan asap karhutla.

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat dari asap.

Kondisi kualitas udara juga dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta perkembangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Masyarakat disarankan terus memantau informasi kualitas udara dan mengurangi paparan asap, khususnya ketika udara terlihat berkabut atau tercium bau asap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia