Sumsel

Agustus Jadi Bulan Terparah, 13.490 Hotspot Terdeteksi di Sumsel

Kurnia | 28 Agustus 2026, 20:00 WIB
Agustus Jadi Bulan Terparah, 13.490 Hotspot Terdeteksi di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 1.142 titik panas atau hotspot terdeteksi di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Jumat (28/8/2026). Jumlah tersebut terpantau di tengah kondisi wilayah Sumsel yang masih berada pada puncak musim kemarau.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan data tersebut berdasarkan pemantauan Sipongi Kementerian Kehutanan pada Jumat pukul 05.00 WIB.

"Tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sumsel masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Sudirman.

Sebaran hotspot paling banyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 441 titik. Berikutnya Banyuasin 223 titik dan Musi Banyuasin 163 titik.

Hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lainnya, yakni OKU Timur 83 titik, Muara Enim 78 titik, Musi Rawas Utara 48 titik, PALI 29 titik, Ogan Ilir 25 titik, serta Lahat 23 titik.

Kemudian OKU 11 titik, Musi Rawas 10 titik, Empat Lawang empat titik, OKU Selatan tiga titik, dan Kota Palembang satu titik.

Sudirman mengingatkan bahwa temuan hotspot tidak selalu menunjukkan adanya titik api atau kebakaran. Karena itu, setiap indikasi hotspot tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.

Meski demikian, jumlah hotspot yang tinggi menjadi indikator meningkatnya potensi karhutla, terutama ketika kondisi cuaca masih kering.

Baca Juga: 7 Hari OMC di Sumsel Belum Berbuah Hujan Signifikan, BMKG Ungkap Penyebabnya

BPBD Sumsel mencatat peningkatan jumlah hotspot cukup tajam sejak memasuki pertengahan tahun.

Pada Januari tercatat 158 hotspot, Februari 111 titik, Maret 363 titik, April 338 titik, dan Mei 752 titik.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 1.094 titik pada Juni dan 2.096 titik pada Juli.

Lonjakan paling tinggi terjadi pada Agustus. Hingga 27 Agustus 2026, jumlah hotspot yang terpantau mencapai 13.490 titik.

"Dengan demikian, total hotspot sepanjang 2026 hingga 27 Agustus mencapai 18.402 titik. Selain hotspot, kebakaran nyata juga masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel," ujar Sudirman.

Ancaman karhutla juga terlihat dari masih ditemukannya kebakaran di sejumlah wilayah.

Pada 27 Agustus 2026, BPBD Sumsel mencatat 44 kejadian karhutla di sejumlah kabupaten dan kota.

OKI menjadi daerah dengan kejadian terbanyak, yakni 18 kejadian. Selanjutnya Prabumulih delapan kejadian dan Ogan Ilir enam kejadian.

Banyuasin, Muara Enim dan Musi Banyuasin masing-masing mencatat dua kejadian.

Sementara itu, Palembang juga tercatat mengalami dua kejadian. Kemudian masing-masing satu kejadian terjadi di Musi Rawas Utara, PALI, Lahat, dan OKU Selatan.

Secara kumulatif, sejak 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.955 kejadian karhutla.

Luas lahan yang terbakar dalam periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.926 hektare.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia