Sumsel

Surplus Beras, Sumsel Kirim Pasokan ke Jambi, Bengkulu, Riau dan Sumbar

Kurnia | 27 Agustus 2026, 19:00 WIB
Surplus Beras, Sumsel Kirim Pasokan ke Jambi, Bengkulu, Riau dan Sumbar
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Ketersediaan beras di Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan masih aman. Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel mencatat stok beras di gudang saat ini mencapai sekitar 116 ribu ton.

Stok tersebut bahkan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel. Kondisi surplus membuat sebagian pasokan beras Sumsel dapat dikirim ke daerah lain yang mengalami kekurangan.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan, mengatakan stok yang tersedia di gudang Bulog Sumsel masih dalam kondisi aman.

“Stok kita yang ada di gudang Bulog khususnya di Sumsel ada 116 ribu ton. Ini cukup, lebih malahan,” kata Ihsan, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ihsan, beras dari Sumsel telah dikirim ke empat provinsi tetangga, yakni Jambi, Bengkulu, Riau, dan Sumatera Barat.

Pengiriman dilakukan karena daerah tersebut mengalami defisit pasokan, sementara produksi dan ketersediaan beras di Sumsel masih berada dalam kondisi surplus.

“Karena di sana daerah minus. Karena kita daerah surplus kita ngirim ke daerah-daerah tersebut,” ujarnya.

Jumlah beras yang dikirim dalam setiap pengiriman berbeda-beda, berkisar antara 500 ton hingga 1.000 ton.

Hingga saat ini, Bulog Sumsel telah tiga kali mengirimkan pasokan beras ke provinsi tetangga sepanjang 2026.

“Dan itu bukan yang pertama kali, sudah tiga kali,” tutur Ihsan.

Baca Juga: Kasus ISPA Palembang Tembus Ribuan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Asap Karhutla

Di tengah stok beras yang melimpah, Bulog Sumsel juga masih melakukan penyerapan gabah dari petani.

Hingga kini, realisasi penyerapan gabah telah mencapai 127 ribu ton dari target 172 ribu ton. Dengan demikian, capaian penyerapan sudah sekitar 73 persen.

Bulog memastikan penyerapan masih akan dilanjutkan hingga akhir tahun selama harga gabah sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Harga pembelian pemerintah yang menjadi acuan Bulog saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram.

Ihsan mengatakan harga gabah di tingkat petani saat ini justru berada di kisaran Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram.

“Kalau sekarang ditingkatkan petani di Rp6.800-Rp7.000 per kilogram. Tapi kita tetap dengan harga Rp6.500, kan itu ketetapan pemerintah, Bulog hanya operator,” jelasnya.

Penyerapan gabah masih dilakukan karena musim panen padi berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel. Beberapa daerah yang masih memasuki masa panen di antaranya Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, serta Sungai Belida, Kabupaten Muara Enim.

Selain menjaga stok, Bulog Sumsel Babel juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hingga saat ini, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai sekitar 26 ribu ton dari target 33,3 ribu ton hingga Desember 2026.

Bulog Sumsel juga telah mengajukan tambahan alokasi untuk memastikan kebutuhan beras SPHP tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

Pengajuan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kebutuhan masyarakat meningkat dan alokasi yang tersedia tidak mencukupi.

“Tapi kita sudah minta alokasi tambahan apabila sampai Desember memang dibutuhkan kita siap tambahkan,” kata Ihsan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia