Sumsel

Kasus ISPA Palembang Tembus Ribuan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Asap Karhutla

Kurnia | 27 Agustus 2026, 17:16 WIB
Kasus ISPA Palembang Tembus Ribuan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Asap Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman gangguan pernapasan mulai meningkat seiring musim kemarau dan tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terjadi di sejumlah daerah sepanjang Agustus 2026. Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus yang paling menonjol.

Pada periode 1-10 Agustus 2026, tercatat 4.370 kasus ISPA di Palembang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Musi Banyuasin sebanyak 1.065 kasus dan Muara Enim 987 kasus.

Sementara hingga 17 Agustus 2026, Palembang kembali mencatat 2.678 kasus ISPA. Disusul Musi Banyuasin sebanyak 1.150 kasus, Banyuasin 675 kasus, Muara Enim 583 kasus, dan Ogan Ilir 436 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan kondisi musim kemarau perlu menjadi perhatian karena udara yang lebih kering dapat meningkatkan konsentrasi debu dan polutan.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Mengganggu, Dinas Pendidikan Sumsel Buka Opsi Sekolah Gelar Pembelajaran Daring

Kondisi tersebut dapat semakin buruk ketika asap akibat karhutla menyebar dan menurunkan kualitas udara.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan,” kata Ira, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ira, paparan debu, polusi, dan asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, pilek hingga sakit tenggorokan.

Risiko tersebut juga lebih besar bagi masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan. Kualitas udara yang memburuk dapat memperparah kondisi kesehatan mereka.

Meski angka kasus pada Agustus menjadi perhatian, secara kumulatif jumlah kasus ISPA sepanjang Januari-Juli 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya.

Dinkes Sumsel mencatat 50.651 kasus ISPA pada Januari 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 51.115 kasus pada Februari, kemudian turun menjadi 45.385 kasus pada Maret dan 43.503 kasus pada April.

Memasuki musim kemarau, kasus kembali berada pada tren yang perlu diwaspadai. Pada Mei tercatat 36.395 kasus, Juni 36.294 kasus, dan Juli meningkat menjadi 38.345 kasus.

Ira mengingatkan, lonjakan kasus masih mungkin terjadi apabila paparan asap karhutla semakin meluas dan kualitas udara buruk berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang tidak kunjung membaik.

“Yang terpenting masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara. Kalau memang kualitas udara sedang tidak baik akibat asap, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar dan menggunakan pelindung pernapasan,” ujarnya.

Dinkes Sumsel saat ini terus memantau perkembangan kasus ISPA di seluruh kabupaten dan kota, terutama wilayah yang terdampak karhutla.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia