ISPU Palembang Tembus 219, Herman Deru Buka Opsi Sekolah Hybrid akibat Kabut Asap

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk di tengah tingginya jumlah titik panas atau hotspot. Pada Senin (24/8/2026), sebanyak 1.344 hotspot terpantau di wilayah Sumsel.
Kondisi ini turut berdampak pada kualitas udara di sejumlah daerah. Di Kota Palembang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 219 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Situasi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Sumsel mulai mempertimbangkan langkah khusus, termasuk kemungkinan mengubah sistem pembelajaran di sekolah.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keputusan terkait kegiatan belajar mengajar tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pemprov masih menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Diduga Dianiaya Pacar di Kos Palembang, Wajah Diinjak hingga Diancam Pisau
"Karena saya bukan ahlinya, maka saya akan menunggu laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi. Apakah nantinya libur, hybrid, atau online," kata Deru di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (24/8/2026).
Jika hasil kajian kesehatan menyatakan kondisi udara tidak memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka, Deru lebih memilih sistem hybrid.
Dengan skema tersebut, kegiatan sekolah tetap berjalan, tetapi siswa dapat mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring.
"Kalau ada saran untuk tidak masuk kelas, saya minta hybrid. Sekolahnya tetap, tapi daring dari rumah. Tapi menunggu saran dari Dinkes dulu, ya," ujarnya.
Menurut Deru, keputusan tersebut harus berdasarkan kondisi kesehatan dan bukan sekadar melihat tingginya angka pencemaran udara.
Baca Juga: Prabowo Tambah 2 Helikopter dan 20 Ekskavator untuk Percepat Pemadaman Karhutla Sumsel
Selain memperhatikan kondisi siswa, Pemprov Sumsel juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap.
Warga yang merasa tidak nyaman atau memiliki sensitivitas tinggi terhadap asap disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Berkaitan dengan produktivitas yang merasa kurang nyaman karena asap bisa dirasakan tubuhnya atau sangat sensitif, saya sarankan di rumah," kata Deru.
Sementara untuk kebijakan yang lebih luas, termasuk aktivitas masyarakat dan perkantoran, Pemprov Sumsel masih menunggu rekomendasi dari dinas kesehatan.
Pemerintah akan melihat perkembangan kualitas udara serta dampaknya terhadap kesehatan sebelum menentukan kebijakan lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 3Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 422 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak Naik, Cek Rinciannya di Sini
- 7Harga TBS Sawit Sumsel Awal Oktober 2026 Turun, Segini Besaran per Kg Berdasarkan Umur Tanaman
- 8Siapa Mitchell Baker? Penyerang Timnas Indonesia yang Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









