Sumsel

Kabut Asap Belum Hilang, Pemprov Sumsel Dorong Salat Istisqa Serentak di Daerah

Kurnia | 20 Agustus 2026, 20:00 WIB
Kabut Asap Belum Hilang, Pemprov Sumsel Dorong Salat Istisqa Serentak di Daerah
Ilustrasi. (iStock)

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat berbagai upaya untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Selain mengandalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara, Pemprov Sumsel kini mengajak pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, pelaksanaan salat istisqa menjadi salah satu hasil pembahasan dalam rapat bersama Danrem 044/Gapo selaku Komandan Satgas Operasi Karhutla Sumsel.

Menurut Iqbal, upaya penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui strategi teknis. Di tengah kondisi kemarau dan semakin minimnya sumber air, pemerintah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual.

"Salah satunya dengan melaksanakan salat istisqa," ujar Iqbal, Kamis (20/8/2026).

Meski imbauan telah disampaikan, Pemprov Sumsel belum menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota terkait pelaksanaan salat istisqa.

Baca Juga: Kecanduan Narkoba Bikin Gangguan Kejiwaan, Apakah Ditanggung BPJS? Ini Jawabannya

Iqbal mengatakan, ajakan tersebut sejauh ini disampaikan secara lisan. Bahkan, sejumlah daerah telah merespons imbauan tersebut.

"Secara lisan sudah kita imbau. Seperti di Ogan Ilir kemarin sudah melaksanakan salat istisqa," katanya.

Iqbal menjelaskan, pendekatan spiritual memang menjadi salah satu bagian dalam penanganan karhutla di Sumsel.

Dalam struktur Satgas Operasi Karhutla Sumsel, terdapat sejumlah bidang yang memiliki tugas berbeda, mulai dari pemadaman darat, operasi udara, sosialisasi hingga penegakan hukum.

Selain itu, terdapat pula unsur yang disebut sebagai satgas doa.

"Di satgas komando yang dipimpin Pak Gubernur dan Dansatgas Operasi Pak Danrem, ada beberapa bidang. Ada satgas darat, satgas udara, satgas sosialisasi, satgas penegakan hukum, termasuk satgas doa," jelasnya.

Menurut Iqbal, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar masyarakat untuk memohon pertolongan dan turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang memperparah ancaman karhutla.

Ia mengajak pemerintah kabupaten dan kota, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan salat istisqa.

"Selain usaha yang terus kita lakukan, kita juga meminta pertolongan dari Allah SWT agar diberikan hujan," ungkapnya.

Di sisi lain, Pemprov Sumsel memastikan langkah teknis penanganan karhutla tetap berjalan.

Personel gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman darat dan patroli di wilayah rawan kebakaran. Operasi udara menggunakan helikopter water bombing juga terus dilakukan untuk membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

Pemerintah berharap kombinasi penanganan teknis dan ikhtiar spiritual dapat membantu mengendalikan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

"Kami harap kombinasi upaya teknis dan spiritual dapat membantu mengendalikan kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat," pungkas Iqbal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia