350 Relawan Bersihkan Bantaran Sungai Musi, Gerakan Berawal dari Video Viral Kampung Kapitan

AKURAT.CO SUMSEL Semangat gotong royong mewarnai bantaran Sungai Musi di kawasan Kampung Kapitan, Jalan KH Abdullah Azhari, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sabtu (25/7/2026).
Sebanyak 350 relawan dari berbagai komunitas turun langsung memungut sampah yang selama ini mencemari kawasan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Pempek tersebut.
Aksi bersih-bersih ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi bantaran Sungai Musi yang dipenuhi berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, limbah elektronik, pakaian bekas hingga ranting kayu.
Tumpukan sampah yang tersangkut di tepian sungai dinilai mengurangi keindahan kawasan wisata sekaligus berpotensi mencemari lingkungan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pariwisata Kota Palembang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, PLN Unit Keramasan, pemerintah kecamatan, serta perangkat RT dan RW setempat.
Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi. Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak juga ikut memungut sampah bersama orang tuanya.
Momen menggemaskan pun terjadi ketika seorang anak menemukan popok sekali pakai di antara tumpukan sampah dan spontan berteriak, mengundang senyum para peserta lainnya.
Koordinator ICCN Sumatera Selatan, Hafisz, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keresahan melihat kondisi bantaran Sungai Musi yang kotor. Menurutnya, kawasan itu memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun keindahannya tertutupi oleh sampah yang terus menumpuk.
Ia menjelaskan, inisiatif tersebut muncul setelah berkolaborasi dengan Rere, Koordinator Jejak Rasa, yang sebelumnya mengunggah kondisi Kampung Kapitan melalui video di media sosial.
Baca Juga: 12 Titik Karhutla Muncul di Sumsel, Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Api dari Udara
Video tersebut menjadi perhatian publik dan mendorong lahirnya aksi nyata membersihkan kawasan tersebut.
"Setelah kembali ke Palembang usai menyelesaikan studi di luar negeri, saya ingin berkontribusi. Kami kemudian berdiskusi dengan Rere dan berkolaborasi mengajak berbagai komunitas untuk menggelar aksi bersih-bersih ini," ujar Hafisz.
Antusiasme masyarakat, lanjut Hafisz, jauh melampaui perkiraan. Sekitar seribu orang mendaftarkan diri sebagai relawan. Namun, panitia hanya dapat mengakomodasi 350 peserta karena keterbatasan perlengkapan dan fasilitas.
Menurutnya, besarnya dukungan dari berbagai komunitas, sponsor, serta pemerintah menjadi modal penting agar gerakan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Sungai Musi merupakan ikon Palembang yang harus dijaga bersama. Kalau dukungan terus mengalir, kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan," katanya.
Hafisz juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah.
Ia mengingatkan bahwa sebagian besar sampah, terutama plastik, membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai sehingga dapat terus mencemari sungai jika tidak ditangani dengan baik.
Salah seorang peserta, Oliv, sengaja mengajak anaknya mengikuti aksi bersih-bersih sebagai sarana mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Menurutnya, kebiasaan mencintai kebersihan perlu ditanamkan melalui pengalaman langsung.
"Anak-anak jadi belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Selain membuat Sungai Musi lebih bersih, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada generasi muda," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin, bahkan minimal dua kali setiap bulan. Menurutnya, rasa lelah selama memungut sampah terbayar ketika melihat kawasan bantaran Sungai Musi menjadi lebih bersih dan nyaman dipandang.
Aksi kolaboratif tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menjadi kekuatan untuk mengembalikan wajah Sungai Musi sebagai kebanggaan sekaligus destinasi wisata unggulan Kota Palembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









