Sumsel

Harga Telur Ayam di Sumsel Turun Jadi Rp23 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya

Kurnia | 1 Juli 2026, 12:00 WIB
Harga Telur Ayam di Sumsel Turun Jadi Rp23 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya
Telur Ayam

AKURAT.CO SUMSEL Harga telur ayam di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan hingga berada di kisaran Rp23.000 per kilogram.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya penurunan permintaan saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara selama masa libur sekolah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan penghentian sementara penyaluran MBG membuat penyerapan telur berkurang cukup besar.

Menurutnya, kebutuhan telur untuk program MBG di Sumsel mencapai sekitar 140 ton setiap pekan. Sementara produksi telur ayam daerah tersebut berada di angka lebih dari 400 ton per minggu.

"Karena MBG tidak berjalan selama libur sekolah, stok telur menjadi menumpuk karena produksi tetap berlangsung," ujar Ruzuan, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak adanya program MBG, produksi telur ayam mengalami peningkatan karena peternak menyesuaikan dengan tingginya permintaan. Namun, ketika kebutuhan dari program tersebut berhenti sementara, keseimbangan antara pasokan dan permintaan ikut berubah.

"Produksi sudah bertambah, tetapi penyerapan menurun. Akibatnya harga telur mengalami koreksi," katanya.

Baca Juga: Meski Berpotensi Naik, Pemerintah Pilih Tahan Tarif Listrik PLN

Penurunan harga telur terjadi secara bertahap. Sebelumnya, harga telur masih berada di kisaran Rp29.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp27.000, Rp25.000, hingga kini menyentuh Rp23.000 per kilogram.

Padahal, harga acuan pemerintah untuk telur ayam berada di angka Rp30.000 per kilogram.

Meski harga turun, Ruzuan menyebut pihaknya belum menerima laporan keluhan dari peternak ayam petelur. Pemerintah juga memastikan dukungan pakan, termasuk jagung subsidi dari Bulog, tetap berjalan.

Fenomena ini diperkirakan bersifat sementara. Harga telur diprediksi kembali bergerak stabil setelah aktivitas sekolah kembali normal dan program MBG kembali berjalan.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap bijak dalam membeli kebutuhan pangan serta berharap kondisi pasar kembali seimbang antara produksi dan permintaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia