Sumsel

Bonus Demografi Sumsel Bertahan, Rasio Penduduk Produktif Makin Dominan

Kurnia | 23 Mei 2026, 22:00 WIB
Bonus Demografi Sumsel Bertahan, Rasio Penduduk Produktif Makin Dominan

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan masih menikmati fase bonus demografi pada 2025. Kondisi tersebut terlihat dari tingginya jumlah penduduk usia produktif yang kini mencapai 67,93 persen dari total populasi.

Data itu terungkap dalam hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan komposisi usia produktif di Sumsel terus meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang berada di angka 65,68 persen.

Sementara itu, proporsi penduduk usia anak atau kelompok umur 0–14 tahun justru mengalami penurunan dari 30,25 persen menjadi 25,37 persen.

Baca Juga: Viral! Bapak di Palembang Suruh Anaknya Buang Sampah dari Jembatan Ampera

Di sisi lain, jumlah penduduk lanjut usia berumur 65 tahun ke atas mengalami kenaikan cukup signifikan, dari 4,07 persen pada 2010 menjadi 6,70 persen pada 2025.

Perubahan tersebut menunjukkan struktur umur penduduk Sumsel mulai mengalami pergeseran. Kelompok usia muda semakin menyempit, sedangkan kelompok usia produktif dan lansia terus bertambah.

Kondisi ini juga berdampak pada rasio ketergantungan penduduk di Sumsel.

Berdasarkan hasil SUPAS 2025, rasio ketergantungan Sumsel tercatat sebesar 47,21. Artinya, setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 47 penduduk usia nonproduktif, baik anak-anak maupun lansia.

Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020 yang berada di angka 47,09. Namun secara umum, rasio ketergantungan Sumsel dalam 15 tahun terakhir masih menunjukkan tren menurun dibandingkan SP2010 yang mencapai 52,24.

Meski mengalami kenaikan tipis pada 2025, rasio ketergantungan Sumsel masih berada di bawah angka 50. Kondisi itu menjadi indikator bahwa Sumsel masih berada dalam fase bonus demografi.

Fase bonus demografi merupakan kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Situasi ini dinilai menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, para ahli menilai bonus demografi hanya akan memberikan dampak positif apabila diiringi kebijakan yang tepat, terutama dalam penyediaan lapangan kerja, pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jika tidak dimanfaatkan secara optimal, tingginya jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi memicu peningkatan pengangguran dan masalah sosial di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia