Sumsel

Hantavirus Ramai Dibahas, Dinkes Pastikan Palembang Masih Nihil Kasus

Kurnia | 11 Mei 2026, 20:00 WIB
Hantavirus Ramai Dibahas, Dinkes Pastikan Palembang Masih Nihil Kasus
Ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan Kota Palembang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah tersebut, meski penyakit yang ditularkan hewan pengerat itu mulai ramai diperbincangkan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan kondisi di Palembang masih aman dan belum ada laporan warga yang terpapar virus tersebut.

“Untuk di Palembang masih nihil, belum ada kasus hantavirus,” ujar Yudhi, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan mulai memahami potensi penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga: 5 Jemaah Haji Asal Sumsel Masih Dirawat di Tanah Suci, Didominasi Demam hingga Gangguan Pernapasan

Menurut Yudhi, edukasi kepada masyarakat penting dilakukan setelah muncul laporan internasional terkait klaster hantavirus di kapal pesiar MV Hondius beberapa waktu lalu.

“Kami tetap memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hantavirus dan bagaimana cara penularannya,” katanya.

Ia menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus maupun hewan pengerat lain seperti celurut. Penularan dapat terjadi melalui urine, air liur, maupun kotoran hewan yang terkontaminasi virus.

Virus tersebut bisa masuk ke tubuh manusia ketika seseorang menghirup debu yang telah tercemar cairan hewan pengerat.

“Seseorang dapat tertular jika terpapar cairan tubuh tikus yang mengandung virus,” jelasnya.

Secara medis, hantavirus memiliki dua jenis gejala utama yang perlu diwaspadai. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan sesak napas akut.

Kedua yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dengan gejala seperti demam hingga mata menguning.

Untuk mencegah penularan, Dinkes Palembang mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan rumah terbebas dari tikus.

Warga juga diminta menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah serta menyimpan makanan di tempat tertutup rapat.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak langsung membersihkan kotoran tikus secara sembarangan.

“Kalau menemukan kotoran tikus, sebaiknya semprot dulu dengan cairan disinfektan sebelum dibersihkan agar virus tidak beterbangan dan terhirup,” kata Yudhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia