Sumsel

Realisasi PBB Tembus 87 Persen, 9.000 Wajib Pajak di Palembang Masih Menunggak

Deni Hermawan | 17 Oktober 2024, 16:59 WIB
Realisasi PBB Tembus 87 Persen, 9.000 Wajib Pajak di Palembang Masih Menunggak

AKURAT.CO SUMSEL Hingga pertengahan Oktober 2024, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang cukup memuaskan.

Dari target tahunan sebesar Rp280 miliar, Bapenda telah berhasil menghimpun Rp246 miliar atau 87,52 persen. Meski demikian, Bapenda masih perlu bekerja keras untuk menutup kekurangan Rp34 miliar guna mencapai target 100 persen pada akhir tahun.

Kepala Bapenda Kota Palembang, Reimon Lauri, mengungkapkan pencapaian ini pada rapat koordinasi dan evaluasi capaian PBB, Kamis (17/10/2024). Ia menjelaskan bahwa meski angka tersebut cukup tinggi, ada sekitar 9.000 wajib pajak (WP) yang masih belum melunasi kewajiban mereka.

“Setelah dievaluasi hingga 16 Oktober kemarin, sudah tercapai Rp246 miliar atau 87,52 persen, dengan rasio triwulan III ini 83 persen. Masih ada ribuan WP yang belum bayar, dan kami akan terus menggenjot penagihan sampai Desember,” ujar Reimon.

Dalam upaya mencapai target PBB sebesar Rp280 miliar, Bapenda Kota Palembang meluncurkan berbagai program insentif, salah satunya adalah pengurangan pokok pajak dan penghapusan denda administrasi bagi para WP yang belum melunasi. Program ini masih berlaku hingga 20 Desember 2024.

“Kami terus mengajak para wajib pajak untuk memanfaatkan program diskon pokok pajak dan penghapusan denda administrasi ini. Ini kesempatan bagi mereka untuk menyelesaikan tunggakan tanpa harus dibebani denda,” jelas Reimon.

Baca Juga: Kabinet Didominasi Wajah Lama, Pengamat: Balas Budi atau Hanya Akomodasi Kelompok Politik?

Bapenda Palembang tidak hanya mengandalkan insentif fiskal untuk mengejar target. Berbagai strategi penagihan proaktif juga diterapkan, mulai dari penagihan door to door hingga pemanfaatan media sosial dan iklan melalui videotron.

“Kami telah menjalankan penagihan langsung dari rumah ke rumah untuk memastikan wajib pajak yang masih menunggak segera menyelesaikan kewajibannya. Selain itu, kami juga mengoptimalkan penggunaan media sosial dan videotron untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membayar pajak tepat waktu,” tambah Reimon.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bapenda optimis dapat mencapai target penerimaan PBB sebesar Rp280 miliar hingga akhir tahun.

Menurut Reimon, pencapaian tahun ini sudah hampir menyamai capaian tahun lalu yang mencapai 89 persen pada Desember 2023. Dengan sisa dua bulan ke depan, Bapenda yakin target 100 persen dapat tercapai.

“Dengan sisa dua bulan lagi, kami optimis dapat mencapai target 100 persen. Semua elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif untuk melunasi pajaknya,” ungkapnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto