Sumsel

Lebih dari 7.000 Pasien Gagal Ginjal Dirawat di Sumsel, Angka Kematian Mencapai 1.157 Kasus

Deni Hermawan | 28 Oktober 2024, 21:00 WIB
Lebih dari 7.000 Pasien Gagal Ginjal Dirawat di Sumsel, Angka Kematian Mencapai 1.157 Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Angka penderita gagal ginjal di Sumatera Selatan terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai ribuan pada tahun lalu.

Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, menyatakan bahwa penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, jantung, dan diabetes merupakan faktor utama, yang diperparah oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat.

“Banyak pasien yang enggan minum obat karena khawatir bisa merusak ginjal, padahal obat dari tenaga medis sudah sesuai standar,” ujar Trisnawarman, Senin (28/10/2024).

Ia juga menyoroti penggunaan obat-obatan non-standar yang justru memperparah kondisi kesehatan pasien.

Dinkes Sumsel kini menggalakkan program sosialisasi pola hidup sehat melalui kampanye promotif dan preventif untuk mencegah penyakit ginjal.

“Pencegahan sangat penting dalam upaya ini,” kata Trisnawarman, menyoroti bahwa edukasi tentang kesehatan harus terus diperkuat agar masyarakat lebih memahami bahaya gaya hidup tidak sehat.

Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Rotasi 16 Pejabat untuk Perkuat Kinerja Pemprov, Tekankan Netralitas ASN

Jumlah kasus rawat inap akibat penyakit gagal ginjal di Sumatera Selatan menunjukkan distribusi yang bervariasi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.

Dalam rentang usia 0-6 hari, hanya tercatat satu pasien laki-laki, sementara pada kelompok usia 5-14 tahun, kasus meningkat dengan 31 pasien laki-laki dan 25 pasien perempuan.

Kasus tertinggi ditemukan pada rentang usia 45-64 tahun, dengan 1.611 pasien laki-laki dan 1.833 pasien perempuan. Kelompok usia lebih dari 65 tahun juga menunjukkan angka signifikan, yaitu 1.181 pasien laki-laki dan 979 pasien perempuan.

Secara total, terdapat 3.607 pasien laki-laki dan 3.793 pasien perempuan, dengan keseluruhan jumlah pasien mencapai 7.400. Dari jumlah tersebut, 1.157 pasien tercatat meninggal dunia setelah menjalani perawatan. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto