Sumsel

Sumsel Fokus Kembangkan UMKM Kopi, Siapkan Siswa Jadi Barista dan Ekspansi ke Pasar Ekspor

Maman Suparman | 27 Februari 2025, 16:30 WIB
Sumsel Fokus Kembangkan UMKM Kopi, Siapkan Siswa Jadi Barista dan Ekspansi ke Pasar Ekspor

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel Dinas Koperasi dan UMKM berkomitmen untuk mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi sebagai salah satu program prioritas pada 2025.

Langkah ini diambil seiring dengan status Sumsel sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Ambar Sehatiningsih, mengatakan bahwa jumlah UMKM di Sumsel mencapai 546 ribu usaha pada 2024, dengan mayoritas bergerak di sektor makanan dan minuman.

Namun, mengingat potensi kopi yang besar, pihaknya akan fokus mengembangkan UMKM kopi untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun internasional.

“Kami melihat peluang besar dalam sektor kopi. Oleh sebab itu, kami akan mendorong pengembangan UMKM kopi dengan berbagai strategi, mulai dari edukasi hingga ekspansi pasar,” ujar Ambar, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari, Kurangi Risiko Diabetes hingga Alzheimer

Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah literasi kopi bagi siswa sekolah. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang kopi, termasuk keterampilan menjadi barista.

Harapannya, lulusan sekolah dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka usaha kopi secara mandiri.

“Dengan literasi kopi sejak dini, kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami kopi, tetapi juga mampu mengelola bisnis kopi mereka sendiri,” jelasnya.

Selain edukasi, pemerintah Sumsel juga telah mengambil langkah strategis dengan mematenkan kopi khas daerah ini dengan nama ‘Kopi Sriwijaya’ di Kementerian Hukum dan HAM.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kopi Sumsel di tingkat nasional dan internasional.

Tak hanya itu, pemerintah berencana membuka ruang ‘pojok kopi’ di pusat perbelanjaan serta Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada awal Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memperkenalkan Kopi Sriwijaya kepada lebih banyak konsumen, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kami juga telah meminta bantuan dari Kementerian Koperasi dan UMKM untuk memperluas pasar Kopi Sriwijaya hingga ke ekspor,” tambah Ambar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi di Sumsel pada 2023 mencapai 198.015 ton dengan luas lahan mencapai 267.187 hektare.

Dengan potensi produksi yang besar ini, Sumsel memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar kopi nasional maupun internasional.

Melalui berbagai strategi yang telah disiapkan, diharapkan pengembangan UMKM sektor kopi tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sumsel.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia