Produksi Ikan Patin Sumsel Melejit, Konsumsi Ikan Warga Masih Rendah

AKURAT.CO SUMSEL Meskipun total produksi ikan di Sumatera Selatan mengalami penurunan pada tahun 2024, kabar baik datang dari sektor perikanan budidaya, khususnya komoditas ikan patin.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel mencatat lonjakan signifikan produksi patin yang menjadi tulang punggung baru sektor perikanan budidaya di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Sumsel, Karina, menjelaskan bahwa produksi ikan patin melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hanya 21.509 ton pada 2023, jumlah produksi patin mencapai 98.004 ton di tahun 2024.
“Walaupun secara total produksi ikan di Sumsel turun dari 326 ribu ton menjadi 295 ribu ton, tapi produksi patin justru naik signifikan. Ini tak lepas dari optimalisasi kampung perikanan budidaya modern di OKU Timur,” kata Karina, Jumat (20/6/2025).
Ia menyebut, Kabupaten OKU Timur kini menyumbang hampir setengah dari total produksi patin Sumsel, yakni 43.193 ton. Hal ini didukung oleh penetapan wilayah tersebut sebagai kampung perikanan budidaya modern oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada 2024.
Baca Juga: Tirta Musi Mulai Normalisasi Air Bersih ke 9 Kecamatan Usai Perbaikan Pipa Rusak
“Kebutuhan akan olahan makanan berbahan dasar patin, seperti pindang, juga menjadi alasan meningkatnya permintaan dan produksi ikan ini,” ujarnya.
Namun, di balik pencapaian produksi tersebut, konsumsi ikan oleh masyarakat Sumsel justru belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Karina menyebutkan, angka konsumsi ikan di Sumsel masih berada di kisaran 46,16 kilogram per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 68 kilogram.
“Kita masih menghadapi tantangan dalam mengubah pola konsumsi masyarakat. Banyak warga masih memilih sumber protein lain seperti daging ayam atau telur,” ungkapnya.
DKP Sumsel pun terus mendorong edukasi gemar makan ikan di berbagai daerah, termasuk melalui kampanye ke sekolah-sekolah, kelompok ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM pangan.
Sementara itu, daerah seperti OKI dan Palembang juga mencatatkan peningkatan kontribusi dalam produksi ikan. OKI tercatat memproduksi 82.088 ton, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 43.720 ton.
Selain ikan patin, sektor perikanan budidaya Sumsel juga mencakup komoditas lain seperti lele, nila, bandeng, bawal, toman, dan beberapa jenis udang.
“Peningkatan produksi sudah terlihat, tinggal bagaimana kita mengimbanginya dengan konsumsi yang juga tumbuh. Potensi besar ini tidak akan berdampak optimal jika pasar lokal belum terbuka,” tutup Karina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 7Bansos PKH dan BPNT September 2026 Resmi Cair, Cek Besaran Nominalnya
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Hadapi 3 Laga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









