Meski menyerupai flu musiman, Super Flu dilaporkan menimbulkan gejala dengan intensitas lebih berat, seperti demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, batuk parah disertai nyeri tenggorokan, nyeri otot dan persendian, serta kelelahan ekstrem. Pada anak-anak, infeksi ini juga dapat disertai gejala tambahan berupa muntah atau diare.
Dinkes Sumsel Terbitkan Edaran Kewaspadaan Usai Temuan 5 Kasus "Super Flu" H3N2
Maman Suparman | 6 Januari 2026, 16:45 WIB

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan dini terhadap penyebaran Influenza A (H3N2) subclade K, yang populer dijuluki sebagai "Super Flu".
Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya lima kasus varian baru tersebut di wilayah Sumatera Selatan melalui uji laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS).
Surat Edaran bernomor 400.7.8.4/030/Kes/VIII/2026 tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, pada Senin (5/1/2026).
Instruksi ini ditujukan kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten/kota, RSUD, puskesmas, hingga Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa surat tersebut merupakan respons cepat untuk memperketat pemantauan di lapangan.
"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan di daerah untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. Hal ini mencakup pemantauan tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan Covid-19 melalui laporan rutin SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons)," ujar Ira, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Harga Perak Hari Ini Selasa 6 Januari 2026 Naik Rp1.000, Sentuh Rp47.265 per Gram
Varian H3N2 subclade K merupakan mutasi terbaru dari virus Influenza A yang baru terdeteksi masuk ke Indonesia pada akhir Desember 2025.
Secara nasional, terdapat 62 kasus H3N2 yang tersebar di delapan provinsi, di mana lima di antaranya berada di Sumsel. Kendati demikian, Ira menekankan agar masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan karena sebaran kasus di Sumsel saat ini masih dalam kondisi terkendali.
"Hingga akhir Desember, tidak ada lonjakan kasus yang signifikan. Situasi tetap kami pantau secara ketat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan kembali memperketat protokol kesehatan dasar," tambahnya.
Dinkes Sumsel menyarankan masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat merasa kurang sehat atau berada di kerumunan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
Selain pengawasan internal, pemerintah daerah juga diminta aktif memverifikasi informasi terkait perkembangan virus ini melalui kanal resmi pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mencegah penyebaran disinformasi di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal Timnas Indonesia Vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026
- 2BSU Oktober Desember 2026 Cair Lagi, Bagaimana BLT Kesra
- 3Bansos PKH BPNT Tahap 4 Cair Mulai Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 4Klasemen Akhir Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 16 Raih 39 Medali
- 5Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 6 Oktober 2026: Karier Makin Disorot, Keuangan Jangan Impulsif
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 5 Oktober 2026: Ada yang Dapat Kabar Baik, Ada yang Harus Hati-hati
- 7Kabut Asap Makin Parah, Hari ini Mahasiswa Sumsel Akan Demo di Kantor Gubernur
- 8Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Perbesar Kolam Retensi Simpang Polda untuk Tekan Genangan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









