Sumsel

Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Perbesar Kolam Retensi Simpang Polda untuk Tekan Genangan

Deny Wahyudi | 5 Oktober 2026, 21:55 WIB
Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Perbesar Kolam Retensi Simpang Polda untuk Tekan Genangan
Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Perbesar Kolam Retensi Simpang Polda untuk Tekan Genangan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah mulai melakukan langkah besar untuk mengurangi persoalan genangan yang selama ini menghantui sejumlah kawasan di Palembang.

Kolam Retensi Simpang Polda kini diperluas dan diperdalam agar mampu menampung air dalam jumlah jauh lebih besar.

Proyek tersebut resmi dimulai pada Senin (5/10/2026) melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.

Pengerjaan dilakukan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai bagian dari paket Restorasi Sungai Bendung dengan nilai proyek mencapai Rp385 miliar.

Yang menjadi sorotan, kapasitas tampungan Kolam Retensi Simpang Polda akan ditingkatkan hampir tiga kali lipat.

Dari sebelumnya sekitar 9.600 meter kubik, nantinya kolam tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 30.000 meter kubik air.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan peningkatan kapasitas kolam tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kawasan yang selama ini rentan mengalami genangan.

"Wilayah yang akan merasakan langsung manfaatnya meliputi Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning," ujar Ratu Dewa.

Selain kapasitas tampungan, luas kolam juga akan diperbesar. Dari sebelumnya sekitar 0,4 hingga 0,56 hektare, luasnya akan dikembangkan menjadi hampir satu hektare.

Kolam juga akan diperdalam dengan galian sekitar 2 hingga 3 meter sehingga kemampuan menampung limpasan air dapat meningkat secara signifikan.

Pengerjaan proyek diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2028.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta pengerjaan proyek dilakukan secara maksimal, terutama karena wilayah Palembang diprediksi segera memasuki musim hujan.

Menurutnya, waktu yang tersedia sebelum intensitas hujan meningkat harus dimanfaatkan untuk mengejar progres pekerjaan, khususnya peningkatan volume tampungan kolam.

"Kalender hari kerja harus tepat waktu karena dalam satu bulan ke depan wilayah tersebut akan memasuki musim hujan, sehingga pemanfaatan waktu saat ini sangat krusial untuk mengejar volume tampungan," kata Herman Deru.

Deru juga meminta kontraktor memperhatikan aktivitas pengangkutan material dan tanah hasil galian.

Mobilitas truk diharapkan lebih banyak dilakukan pada malam hari agar tidak menambah kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Polda pada siang hari.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera VIII Agus Sapari mengatakan pekerjaan tidak hanya berfokus pada kolam retensi. Sejumlah saluran air yang berada di kawasan permukiman juga akan diperbaiki.

Perbaikan tersebut ditujukan agar aliran air dari permukiman dapat lebih cepat menuju kolam retensi. Setelah tertampung, air kemudian akan dipompa menuju Sungai Bendung.

Namun, pengerjaan proyek juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya keberadaan jaringan utilitas bawah tanah, termasuk pipa Pertamina dan jaringan PLN.

Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak akan dilakukan secara ketat untuk memastikan proses pengerjaan tidak mengganggu maupun merusak jaringan utilitas yang sudah ada.

Menariknya, Kolam Retensi Simpang Polda nantinya tidak hanya diproyeksikan sebagai infrastruktur pengendali banjir.

Setelah fungsi utamanya berjalan optimal, kawasan tersebut direncanakan ditata kembali menjadi ruang publik bagi masyarakat.

Rencana penataan mencakup penyediaan ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, hingga sarana yang ramah bagi anak-anak.

Meski demikian, BBWS menegaskan fungsi utama kolam tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Palembang.

Dengan kapasitas tampungan yang jauh lebih besar serta dukungan perbaikan saluran air di kawasan permukiman, proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan sekaligus membuat kawasan sekitar Simpang Polda lebih nyaman bagi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia