Sumsel

Kasus DBD di Sumsel Tembus 6.200, Dinkes Siapkan Strategi Cegah Ledakan Wabah Menjelang Musim Hujan

Maman Suparman | 13 November 2025, 16:05 WIB
Kasus DBD di Sumsel Tembus 6.200, Dinkes Siapkan Strategi Cegah Ledakan Wabah Menjelang Musim Hujan

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman demam berdarah dengue (DBD) kembali menghantui Sumatera Selatan (Sumsel) menjelang datangnya musim hujan.

Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat, hingga 3 November 2025 sudah ada 6.263 kasus DBD, dengan 19 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa Kota Palembang masih menjadi daerah dengan angka kasus tertinggi, mencapai 785 kasus dan tiga korban meninggal. Kabupaten Muara Enim (392 kasus), OKU Timur (382), dan OKI (336) turut mencatat lonjakan serupa.

“Tren peningkatan kasus ini sejalan dengan perubahan cuaca menuju musim hujan yang memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” ujar Ira, Rabu (12/11/2025).

Meski angka kasus masih tinggi, Dinkes Sumsel memastikan berbagai upaya pencegahan terus digencarkan.

Tak hanya mengandalkan fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), tetapi juga dengan penerapan teknologi wolbachia serta rencana imunisasi dengue yang kini tengah dikembangkan pemerintah.

Baca Juga: Residivis Spesialis Pembobol Gereja Ditangkap Polisi, Gasak Peralatan Sound System Rp10 Juta di Palembang

“Teknologi wolbachia ini terbukti menurunkan tingkat kesakitan hingga 77 persen dan angka rawat inap hingga 86 persen. Ini menjadi inovasi penting untuk menekan wabah DBD di masa depan,” jelas Ira.

Selain intervensi medis, Dinkes Sumsel juga menggencarkan edukasi masyarakat agar aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus — menutup, menguras, dan mengubur wadah air, serta mencegah gigitan nyamuk.

Ira menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi warga.

“Tanpa kesadaran masyarakat, semua upaya tidak akan maksimal. Gotong royong membersihkan lingkungan harus menjadi kebiasaan, bukan kegiatan musiman,” tegasnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan bintik merah di kulit. Deteksi dini dan penanganan cepat disebut menjadi faktor penting dalam menekan angka kematian.

“Begitu muncul gejala mencurigakan, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai parah,” tambah Ira.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia